Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 18.46 WIB

Pesan di Balik Busana dari Sabu Raijua yang Dikenakan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo saat hadir pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). MPR, DPR, dan DPD menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD dengan agenda pidato kenegaraan Presi - Image

Presiden Joko Widodo saat hadir pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). MPR, DPR, dan DPD menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD dengan agenda pidato kenegaraan Presi

JawaPos.com - Beberapa tahun belakangan, Presiden Joko Widodo rutin mengenakan pakaian adat daerah dalam berbagai acara kenegaraan. Begitu pula saat menyampaikan pidato di sidang tahunan MPR kemarin (14/8).

Kali ini, presiden mengenakan pakaian adat Suku Sabu. Suku tersebut mendiami Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pakaian adat yang dikenakan presiden terdiri atas atasan warna hitam yang dibalut secara menyilang oleh selempang tenun dengan motif bunga ros berwarna emas.

Kain bermotif senada juga membalut bawahan dengan gaya sarung selutut. Lebihan kain dijuntaikan ke depan.

Baca juga: Pidato Presiden Jokowi Prioritas Investasi, Minim soal Pendidikan

Selempang maupun kain itu disatukan dengan menggunakan ikat pinggang berwarna emas. Tidak lupa, ikat kepala dengan bentuk segi tiga yang khas dengan motif senada dan tentu saja masker berwarna hitam.

’’Pakaian ini dikenakan semua masyarakat, mulai rakyat kecil hingga bangsawan yang ada di Kabupaten Sabu Raijua,’’ terang Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia kemarin.

Dalam adat masyarakat NTT, bunga ros bermakna kesucian hati. Pesan yang ingin disampaikan presiden, tutur Angkie, adalah Indonesia masih optimistis bisa keluar dari krisis dan mengatasi pandemi Covid-19 yang melanda tanah air. ’’Dan itu bisa dilakukan dengan hati yang tulus suci,’’ lanjut Angkie.

Kabupaten Sabu Raijua terdiri atas dua pulau, Sawu dan Raijua. Terletak di sisi selatan Laut Sawu, di antara Pulau Sumba dan Rote. Jaraknya lebih dari 120 nautical mile dari Kota Kupang yang menjadi ibu kota NTT.

Baca juga: Sidang Tahunan MPR, Hanya Sepertiga Anggota yang Bisa Masuk

Meski demikian, Angkie tidak menjawab saat disinggung mengenai alasan pemilihan pakaian adat tersebut untuk agenda kenegaraan tahun ini. Tahun lalu, presiden mengenakan pakaian adat Sasak saat menyampaikan pidato kenegaraan. Kemudian, pada 2017, yang dikenakan adalah pakaian adat Bugis.

Penggunaan pakaian adat itu menuai beragam reaksi dari publik. khususnya di media sosial. Beberapa warganet mengungkapkan kebanggaannya karena presiden mau mengenakan pakaian adat Sabu di forum yang disaksikan masyarakat luas.

Baca juga: Tahun Depan Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi

Namun, ada juga komentar lucu yang mengaitkan penampilan presiden dengan tokoh dalam game. Penampilan Jokowi disebut-sebut mirip tokoh dalam game Mortal Kombat, Scorpion.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=LYTrezHhPuw

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore