
IlUSTRASI. Membersihkan kain tradisional seperti batik, tenun, dan songket memang tak bisa sembarangan. Diperlukan cara khusus agara kain tidak rusak. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wastra nusantara atau kain tradisional memiliki keindahan warna dan motif yang khas dari tiap daerah. Bahkan penggunaan teknik batik hingga tenun turut mempercantik serat kain. Tapi sayangnya, setelah membeli kain tradisional, seringkali tidak tahu bagaimana cara merawatnya. Hal inilah yang menyebabkan kain menjadi rusak.
Pasalnya, cara merawat atau mencuci tiap jenis kain tradisional sangat berbeda. Tidak bisa disamaratakan. Sikap kehati-hatian dalam merawat kain tradisional perlu dilakukan agar warna tak pudar.
"Kalau batik masih boleh dicuci, kalau songket jangan. Karena kainnya bisa rusak," katanyaDalam Diskusi Wastra dan Kemerdekaan menyambut peringatan kemerdekaan RI ke-74 yang digelar PT Nojorono Tobacco International, di Tanamera Coffee, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).
Untuk itu, Notty memberikan beberapa cara mencuci kain tradisional berdasarkan teknik pembuatannya.
Kain Tenun
Menurut Notty, kebiasaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencuci kain tenun dicelupkan di air laut. Sebab memang budaya mereka yang hidup dekat pantai menggunakan air laut untuk membersihkan kain tenun.
Photo
Kain tenun Sumba. (Indonesia Kaya)
"Di sana mencucinya pakai air laut. Dan kalau bisa mencucinya setiap sebulan sekali saja, hanya untuk menghilangkan keringat saja," ungkapnya.
Uniknya lagi, masyarakat asal NTT biasanya mencuci tenun menggunakan sampo. Sampo yang digunakan juga harus berbahan kandungan yang lembut sehingga tak merusak kain. Menurutnya, deterjen justru tidak direkomendasikan untuk mencuci tenun.
"Sampo yang soft. Ambil sampo sedikit, lalu masukkan ke dalam ember. Barulah tenun dimasukkan. Angkat, lalu pindahkan ke air biasa untuk dibilas. Dijemur di tempat teduh juga. Teknik mencuci ini juga bisa untuk lurik," kata Notty.
Kain Batik
cara membersihkan batik lebih baik jika merendamnya dengan air dingin. Notty mencontohkan sudah 10 kali mencuci kain batiknya dengan air dingin tidak membuat warna kain menjadi pudar.
"Kalau mau rumit ya pakai lerak. Pakai air dingin juga bagus, jangan pakai laundry atau dry clean karena bisa merusak kain," ungkapnya.
Kain Songket
Kain songket adalah yang paling unik. Justru membersihkannya cukup hanya diangin-anginkan atau dijemur. Tak boleh dicuci karena akan merusak kain itu sendiri.
"Songket jangan dicuci. Benangnya emas, benang metalik. Cukup diangin-anginkan saja untuk menghilangkan keringatnya. Dan cara menyimpannya tentu harus baik ya dengan rapi di lemari," tutur Notty.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
