
Founder dan CEO PT Paragon Technology and Innovation (PTI), Nurhayati Subakat diberikan gelar Honoris Causa dari ITB. (maverick)
JawaPos.com - Perempuan dipercaya memiliki kekuatan, pengaruh, dan bisa memberikan perubahan besar pada lingkungan ketika diberi kesempatan. Tak heran jika saat ini bisa dengan mudah ditemukan sosok perempuan memegang pengaruh tinggi di perusahaan bahkan pemerintahan.
Salah satunya perempuan yang dianggap memberikan perubahan besar bagi lingkungan dan ilmu pengetahuan khususnya dunia kosmetik adalah Nurhayati Subakat, Founder dan CEO PT Paragon Technology and Innovation (PTI). Lewat pemikiran dan tangan dinginnya, Nurhayati Subakat membuktikan kalau produk kosmetik dan skin care lokal bisa menjadi tuan di rumah sendiri.
Kalau Anda pernah membeli produk kosmetik atau skin care dari Wardah, Make Over hingga Emina, Nurhayati Subakat adalah orang yang berdiri di belakangan itu semua lewat PT PTI. Bahkan dikatakan, ketiga mereka lokal tersebut telah menguasai 30 persen pasar di bawah PTI dengan menghasilkan 135 juta produk setiap tahunnya.
Photo
Nurhayati Subakat bersama Atalia Praratya saat berada di forum perempuan bertema 'Inspirasi Perempuan Untuk Indonesia' (Magnifique)
Atas pengabdian dan keberhasilan mengelola perusahaan kosmetik selama 34 tahun, Nurhayati diganjar Delar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ini merupakan gelar pertama yang diberikan pada perempuan sejak pertama kali diberikan tahun 1962.
"Saya merasa terhormat. Ini (gelar Honoris Causa) juga untuk seluruh orang dan karyawan yang mendukung saya," ujar Nurhayati dalam forum perempuan bertema 'Inspirasi Perempuan Untuk Indonesia' beberapa waktu lalu.
Perempuan yang lahir 68 tahun silam ini meyakinkan kalau pihaknya tak hanya menjual produk tapi memang bertujuan memberdayakan perempuan. Salah satunya terlihat dari komposisi karyawan yang lebih banyak diisi oleh perempuan.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam pengembangan masyarakat terutama perempuan. Berbagai program pemberdayaan perempuan terus kami kembangan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan potensi sehingga mereka dapat menjadi inspirasi untuk lingkungan," sambungnya.
Sebelumnya, ada delapan orang lainnya yang telah menerima Honoris Causa dari ITB. Sebut saja Dr. Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, Dr. Ir. Sediatno; Prof. Dr. Ir. J. Rooseno, Dr. Soetarjo Sigit, Dr. Ir. Hartanto Sastrosoenarto, Prof. Dr. Emil Salim, Dr. Ir. Arifin Panigoro, dan Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia keenam. Sedangkan dua gelar lainnya diberikan pada tokoh internasional untuk Nobel Laureate yaitu Prof. Peter Agre dan Prof. Finn Erling Kydland.
Pelopor Kosmetik Halal
Gelar Honoris Causa sepertinya layak disematkan pada Nurhayati Subakat atas karya inovatifnya di bidang kosmetik khususnya berlabel halal. Bukan rahasia lagi kalau salah satu merek yang dinaungi PT PTI yakni Wardah telah menancapkan kukunya sebagai kosmetik halal di Indonesia.
Saat ditemui JawaPos.com di kawasan pabrik PT PTI, Nurhayati mengungkapkan kalau idenya mengeluarkan kosmetik halal sudah diterapkan sejak 1995. Namun saat itu pihaknya masih memproduksi perawatan rambut.
"Dulu kami sudah punya pabrik dari awal tahun 95-an di Cibodas (Tangerang) waktu itu," tutur Nurhayati.
Photo
Kegiatan pembuatan kosmetik halal di pabrik PT Paragon Technology & Innovation (PTI). (Wardah)
Menurut perempuan kelahiran tahun 1950 itu, ide menciptakan kosmetik halal karena pada 90-an sudah banyak yang mengenakan jilbab. Dengan latar pendidikan pesantren dan pesan dari orang tua lalu mulailah bergerak untuk membuat produk yang berbeda berbasis halal.
Baginya, produk kosmetik dan skin care berlabel halal bukan hanya menjadi milik muslimah. Tapi juga bisa digunakan secara general. Sebab, Nurhayati melihat saat ini belum banyak produk kosmetik lokal yang bisa bersaing dengan multi nasional.
"Dan kami ingin menjawab semua kebutuhan warga Indonesia. Kita ingin jadi bagian dari kosmetik lokal yang bisa bersaing," tukasnya.
Saat ini PTI memiliki pabrik dengan area seluas 20 hektar, yang menaungi fasilitas pabrik serta Research and Innovation Center.
Photo
Photo

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
