
Baby led weaning dilakukan sebagai pendamping mpasi.
JawaPos.com - Baby Led Weaning (BLW) dianggap menjadi metode yang modern untuk mengenalkan makanan pada bayi serta bisa meningkatkan motorik anak. Sehingga mom zaman now biasanya menggunakan baby led weaning bersamaan dengan mpasi.
Ternyata metode BLW masih belum dianjurkan bahkan belum memenuhi syarat dari 4 aspek rekomendasi MPASI WHO. Empat aspek tersebut meliputi tepat waktu, zat gizi cukup, aman, dan responsif feeding.
Berikut alasan Baby Led Weaning tidak memenuhi 4 syarat kesehatan MPASI WHO.
1. Tepat Waktu
Seringnya Baby Led Weaning dimulai sejak usia bayi 6 bulan. Padahal usia 6 bulan bayi itu baru saja belajar duduk dan lehernya baru tegak. Maka dari segi kesiapan fisik dan postur bayi tidak siap jika dipaksakan untuk memegang makanan. Kemudian dari kemampuan motorik kasarnya belum bisa memegang dengan baik karena postur tubuhnya belum stabil, sementara ia harus memegang makanan dan memasukkannya ke mulut.
"Kadang usia 8 bulan saja makanannya nyasar ke kepala telinga. Jadi BLW pada usia 6 bulan itu belum sesuai dengan perkembangan kematangan bayi," kata dr. Klara Yuliarti, SpA(K), dokter spesialis kesehatan anak, ketika ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (18/1).
Kekhawatiran lainnya yaitu ketidaksiapan mengatur nafas juga mungkin akan membuat bayi bisa tersedak. Dari sisi mengunyah, pada saat usia 6 bulan biasanya ia masih hanya bisa menelan tekstur cair.
Butuh waktu jika mereka harus mengonsumsi makanan padat. Tentunya tidak bisa langsung begitu saja diberikan potongan makanan.
2. Zat Gizi Cukup
Zat gizi dikatakan cukup ketika ASI dan MPASI sudah saling melengkapi. Karena MPASI memberikan kebutuhan nutrisi seperti protein, zat besi, seng, vitamin A, lemak. Masalahnya makanan Baby Led Weaning seringkali berasal dari buah-buahan karena lebih praktis dan lebih mudah. Sedangkan buah-buahan dan sayuran hanya mengandung air, gula, dan serat saja.
"Jadi proteinnya dari mana kalau brokoli, potongan wortel, kentang, kan prinsipnya harus bisa dipegang, yang paling ideal itu kan berbentuk kuntum dia bisa pegang kayak labu. Jadi tidak ada nilai gizi untuk melengkapi si ASI," ujar dr. Klara Yuliarti, SpA(K)
Beberapa penelitian sudah menunjukkan anak yang melakukan metode makan dengan Baby Led Weaning atau BLW ini justru menjadi kurang gizi. Sehingga kenaikan berat badannya berkurang.
"BLW yang pure disuruh pilih makanan dan megang makanan sendiri dan no spoon at all tidak ada sendok sama sekali itu tidak direkomendasikan," katanya. Dianjurkan untuk tetap memberi makanan utama yang dilumatkan sehingga orang tua dapat mengkombinasikan gizi yang lengkap.
3. Aman
Keamanan menjadi salah satu hal yang penting sehingga orang tua perlu memantau makanan yang masuk. Termasuk metode Baby Led Weaning ini memiliki risiko tersedak yang sangat besar sehingga bisa membahayakan jalur pernafasan bayi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
