Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 November 2018 | 16.20 WIB

Layani Ragam Pria, Ayam Kampus: Makin Cantik, Makin Tinggi Harganya

ILUSTRASI. Mahasiswi rela menjadi ayam kampus guna memenuhi hasrat belanjanya. - Image

ILUSTRASI. Mahasiswi rela menjadi ayam kampus guna memenuhi hasrat belanjanya.

JawaPos.com - Data Yayasan Kaki tentang jumlah Wanita Pekerja Seksual (WPS) menunjukkan dari 10 WPS ada 4 wanita yang memilih menjadi 'ayam kampus'. Pilihan menjadi 'ayam kampus' dilakoni bukan untuk menunjang ekonomi keluarga, melainkan guna memenuhi kebutuhan gaya hidup mewah.


Salah satu 'ayam kampus', Melati (bukan nama sebenarnya), mengaku sudah menjadi menjajakan seks sejak sebelum kuliah namun sudah lulus sekolah. Saat ini, dirinya masih berstatus mahasiswi semester II.


Ia pun mengungkapkan lelaki yang dilayaninya berasal dari berbagai kalangan. Melati yang berparas manis tersebut mengaku pelanggannya beberapa adalah pejabat-pejabat yang berpenghasilan besar. Mulanya dikenalkan teman lalu tukeran nomor ponsel kemudian berlanjut ke hotel atau tempat kos.


"Awalnya mengajak makan, minum, cuma temani ngobrol. Lama-lama keterusan sampai tidur dan dibayar," kata perempuan itu saat berbincang dengan JawaPos.com baru-baru ini.


Ada juga bule atau orang Asia. "Pas kuliah kenal sama teman, lalu banyak dikenalin klien. Lumayan 1-2 bulan sekali buat uang jajan dari om-om," tutur mahasiswi jurusan sastra Inggris itu.


Tentu semuanya tidak gratis atau hanya atas nama cinta. Sekali melayani lelaki hidung belang, Melati membanderol harga Rp 1 juta. Beberapa orang asing membayarnya di angka fantastis. Lebih dari Rp 6,5 juta sekali melayani.


"Hasilnya buat beli baju bermerek. Ke salon bersolek. Merokok, minum alkohol, pasti dugem atau ke diskotik. Beli laptop, gadget dan barang-barang branded," katanya tertawa.


Semua gaya hidup mewah itu dipenuhinya untuk tetap terlihat tampil cantik. Tentunya agar pelanggan tetap loyal kepadanya. Sebab menurutnya, semakin cantik dan menarik, harga 'ayam kampus' juga bisa semakin tinggi.


"Enggak pengaruh kampus negeri atau swasta sih. Kayaknya dari cantiknya, semakin cantik semakin mahal," jelasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore