Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 November 2018 | 21.32 WIB

Menganalisa Nama Maskapai Penerbangan Termasuk Lion Air

Ilustrasi analisa nasib berdasarkan nama. Analisa Nama bisa menjadi salah satu metode jitu untuk melihat aspek keharmonisan dan keselamatan dari maskapai itu sendiri. - Image

Ilustrasi analisa nasib berdasarkan nama. Analisa Nama bisa menjadi salah satu metode jitu untuk melihat aspek keharmonisan dan keselamatan dari maskapai itu sendiri.

JawaPos.com - Tragedi kecelakaan atau insiden yang dialami maskapai penerbangan, tentu membuat penumpang dan keluarganya kecewa hingga berduka. Seperti nama orang atau daerah, ternyata label maskapai juga bisa memberikan pengaruh positif pada pelayanannya.


Maka Ahli Restructure Nama, Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari menganalisa berbagai maskapai penerbangan yang cocok dan harmonis dari sisi nama dan tanggal pendiriannya. Baginya, analisa Nama bisa menjadi salah satu metode jitu untuk melihat aspek keharmonisan dan keselamatan dari maskapai itu sendiri.


Beberapa nama maskapai yang cukup harmonis dilihat dari analisanya di antaranya, Qantas, British Airways, Air New Zealand, Virgin Atlantic, Emirates, Etihad, Eva Air, KLM, dan Lufthansa. 


Lalu bagaimana dengan Lion Air?


Imej yang melekat pada maskapai ini memang seringkali negatif. Terlebih ditambah peristiwa kecelakaan baru-baru ini di Karawang Jawa Barat dan berbagai insiden delay atau tertunda jam berangkat oleh maskapai tersebut.


Lion Air didirikan pada 19 Oktober 1990. Menurut analisa Heleni, kode yang muncul adalah negatif dan tingkat keharmonisan nama hanya 25 persen.


"Nama Lion Air memiliki pola dengan code negative yang jika diinterpretasikan mengandung arti kerusakan, kecelakaan berulang, hukuman, lalai pada kewajiban, keributan, kesedihan," ungkapnya.


Tanggal pendirian Lion Air dinilai tidak selaras dengan vibrasi nama. Efek yang terjadi adalah tingkat hambatan dan masalah makin tinggi , bertubi-tubi dan ditandai dengan kecelakaan, keributan yang berulang.


"Untuk case Lion air, betul-betul harus ganti nama dan launching di tanggal yang selaras untuk keselamatan banyak orang," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore