Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 November 2018 | 13.55 WIB

Sama-sama Disajikan Dingin, Es Kopi Dengan Cold Brew Berbeda

Sama-sama disajikan dingin, ternyata cara pembuatan es kopi dan cold brew berbeda. Demikian juga rasanya. - Image

Sama-sama disajikan dingin, ternyata cara pembuatan es kopi dan cold brew berbeda. Demikian juga rasanya.

JawaPos.com – Belakangan ini, di Indonesia es kopi kian digemari di berbagai tempat. Terutama, bagi kaum milenial untuk menemani nongkrong atau sekedar ngobrol santai. Minuman segar pembangkit mood ala milenial ini bisa didapatkan dalam harga yang terjangkau.


Sebagai penikmat kopi baru seringkali bingung terhadap nama penyajian kopi yang mirip, terutama pada penyajian es kopi dan cold brew. Keduanya sama-sama kopi dan bisa dinikmati dengan sensasi dingin. Lalu, apa perbedaannya?


Menurut Morgan Berson, barista di Ontario, es kopi dibuat sama dengan kopi panas biasa. Hanya diseduh biasa lalu dituangkan ke atas es.


"Sementara itu, cold brew adalah, di mana  mencampur hasil gilingan kopi dengan air dingin di satu wadah. Lalu, biarkan selama 12 jam atau sampai satu hari penuh, kemudian saring," kata Amy Shapiro, R.D. pendiri Real Nutrition, dilansir dari Womenshealthmag, Sabtu (3/11).


Rasa yang dihasilkan dari kedua jenis kopi tersebut tentu berbeda. Secara umum, es kopi memiliki rasa asam karena berasal dari seduhan langsung bubuk kopi. Sementara itu, cold brew cenderung tidak terlalu pahit dan tidak terlalu asam.


Oleh karena tidak terlalu pahit daripada es kopi, untuk mengonsumsi cold brew lebih baik hanya menggunakan sedikit gula dan krim. Untuk yang tidak terbiasa dengan asam yang ditimbulkan kopi, cold brew bisa jadi pilihan karena sangat mudah dicerna dan tidak merusak email gigi karena tidak terlalu asam.


Perbedaan lainnya adalah cold brew mengandung lebih banyak kafein daripada es kopi yang diseduh dengan air panas saat pembuatannya.


Sementara itu, dari segi nutrisi keduanya terbilang sangat mirip. Beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi kopi dapat mengurangi depresi, melawan jenis kanker tertentu, dan mengurangi resiko diabetes. Kemudian penelitian terbaru dari JAMA International Medicine menemukan kecanduan kopi membantu hidup lebih lama daripada peminum non-kopi.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore