
Ilustrasi tujuh minyak esensial untuk fase menopase.
JawaPos.com - Fase menopause merupakan tanda seorang perempuan memiliki akhir dari periode menstruasi. Fase ini terjadi pada rentang usia 40-an hingga 50. Biasanya pada fase menopause, perempuan mulai mengalami beberapa gejala fisik, termasuk gejala emosional dan gangguan tidur.
Dilansir dari Healthy Guide, Kamis (13/9), saat menapause perempuan akan mengalami perubahan hormon. Perubahan kadar hormon estrogen dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Inilah alasan mengapa lebih banyak wanita lansia mengalami patah tulang pinggul.
Nah, untuk mengatasi ketidaknyamanan saat fase menopause, para perempuan bisa menggunakan minyak esensial. Setidaknya ada tujuh minyak esensial yang direkomendasikan.
1. Minyak Lavender
Lavender dapat memberikan perasaan rileks dan meningkatkan mood serta kualitas tidur, terutama di kalangan orang yang menderita insomnia. Menggunakan aromaterapi lavender sebagai kebiasaan malam Anda dapat membantu mendorong relaksasi dan tidur yang lebih baik.
Selain itu, minyak lavender dapat membantu dalam menenangkan tubuh dan menyeimbangkan kadar hormon. Cukup, Anda hanya perlu mengoleskan setetes minyak lavender yang diencerkan untuk mengurangi ketidaknyamanan selama menopause.
2. Minyak Peppermint
Menurut sebuah penelitian, minyak peppermint dapat digunakan untuk meminimalkan ketidaknyamanan ketika Anda mengalami menopause dan hot flashes. Anda hanya perlu mengaburkannya pada kulit wajah Anda dengan bantuan inhaler portabel atau spritzer air.
Minyak peppermint dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan rasa sakit yang disebabkan oleh dismenore, yang dapat memengaruhi sekitar 50 persen wanita yang mengalami menopause.
3. Minyak Neroli
Menurut sebuah penelitian, ketika wanita pascamenopause bisa menghirup minyak neroli selama sekitar 5 menit. Minyak esensial ini dapat membantu meningkatkan tekanan darah dan konsentrasi estrogen serta mengurangi tingkat stres mereka.
Selain itu, minyak neroli juga mengandung sifat anti-inflamasi, yang dapat membantu menghilangkan banyak rasa sakit yang sering dialami wanita selama menopause.
4. Minyak Roman Chamomile
Minyak chamomile Romawi bagus untuk mengurangi stres. Sebelumnya, orang Mesir kuno menggunakan minyak chamomile Romawi untuk mengobati demam berkat kekuatannya yang menyejukkan dan menenangkan.
Minyak chamomile Romawi menawarkan beberapa manfaat kesehatan, seperti mengurangi depresi, kecemasan, menenangkan pikiran, dan memerangi insomnia. Selain itu, minyak esensial ini telah ditemukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
