
Limbah plastik di laut.
JawaPos.com - Untuk mengurangi limbah plastik yang berbahaya bagi lingkungan, saat ini telah bermunculan teknologi daur ulang. Bahkan beberapa sampah tersebut dapat dijadikan bahan baku untuk pakaian. Seperti yang dilakukan beberapa merek fashion dari mancanegara.
Dilansir dari Vogue, Jumat (20/7) berbagai limbah telah berhasil diolah menjadi pakaian. Misalnya seperti sedotan merupakan limbah berbahaya penyumbang sampah terbesar. Pada akhirnya, jutaan sedotan beserta potongan plastik lainnya yang berujung di lautan akan turut merusak biota laut. Yayasan Ellen MacArthur menyatakan, lautan bisa mengandung lebih banyak plastik pada 2050.
Beberapa desainer busana ikut menyelamatkan lingkungan dengan teknologi baru yang mengubah limbah laut seperti sedotan dan plastik lainnya menjadi fashion item berharga. Sebut saja merek fashion Girlfriend Collective menggunakan kain Econyl, yang dibuat dari limbah jaring ikan dalam koleksi mereka.
Jika dilihat dari bentuk dan kenyamannya, konsumen tidak akan pernah tahu bahwa legging tersebut terbuat dari sampah. Bentuknya pun ramping, elastis, dan supersoft yang membuatnya ideal untuk hari yang panas.
“Kami memiliki begitu banyak pelanggan yang menyukai kelembutan, ketebalan, kompresi, dan mereka mendukung legging pertama kami. Mereka pun menginginkan produk dengan kualitas yang sama tetapi dengan bahan yang lebih ringan,” ungkap Co-founder, Quang Dinh seperti dilansir Vogue.
Sementara itu, Adidas dan Stella McCartney telah bermitra dengan Parley untuk produk sepatu, pakaian, dan aksesori Oceanne dalam benang khusus yang terdiri atas Parley Ocean Plastic, yang merupakan limbah pantai yang didaur ulang. Tak hanya itu, beberapa merek pakaian renang juga menggunakan Econyl dan bahan plastik daur ulang lainnya, seperti Araks Yeramyan, Tropic of C's Candice Swanepoel, Vitamin A Amahlia Stevens, dan Mara Hoffman.
Ada alasan kain-kain ini sangat populer dengan pakaian atletik dan berenang. Sebab memiliki bahan yang licin, berteknologi tinggi, dan cepat kering, jadi sangat cocok untuk olaharaga.
Beberapa desainer juga menguji kain plastik daur ulang untuk koleksi ready-to-wear, di antaranya koleksi Maggie Marilyn's Resort 2019 yang membuat rok putih penuh lipit yang terbuat dari 100 persen botol air plastik daur ulang. Demikian pula, Marina Polo dari Svilu dan Britt Cosgrove mengembangkan taffeta dengan botol bekas, yang memiliki lapisan halus dan semi-kaku pada gaun Vestry mereka.
Kemudian, tentu saja ada Stella McCartney, yang telah mengolah jarum bekas, serat nilon daur ulang, dan bahan non-PVC yang ia kembangkan untuk sepatu "Lucite" yang canggih.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
