Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 20.00 WIB

Kerah Kartini, Pakem Yang Tak Bisa Ditabrak Para Desainer Kebaya

Koleksi kebaya karya Ferry Sunarto dengan sentuhan modern. - Image

Koleksi kebaya karya Ferry Sunarto dengan sentuhan modern.

JawaPos.com - Meski banyak jenisnya, ketika seseorang mengucapkan kata kebaya, biasanya yang langsung terlintas adalah sosok R.A. Kartini. Memang tak bisa dipungkiri, Kartini memang identik dengan kebayanya. Sehingga, saat ini pun masyarakat lebih banyak mengenal potongan kebaya Kartini.


Namun, seperti sebenarnya bagaimana sih bentuk kebaya Kartini dan pengembangannya di era mode yang modern saat ini?


Sebagai busana nasional, kebaya membuat perempuan Indonesia terlihat lebih anggun dan elegan. Jahitan mengikuti lekuk tubuh, juga memberikan kesan feminin seorang perempuan. Kebaya Kartini sendiri memiliki ciri yang khas pada bagian kerah berlipat yang membentuk garis vertikal, dengan lengan panjang dan baju yang melebih pinggang.


Namun, seiring perkembangan jaman dan pengaruh budaya luar, banyak para desainer yang menciptakan kreasi baru kebaya Kartini menjadi sesuatu yang lebih modern. Salah satu perancang mode senior, Ferry Sunarto telah menjadikan inspirasi kebaya ke dalam koleksi yang trendi dan kekinian.


Menurutnya, saat ini kebaya Kartini tidak hanya berporos pada bentuk yang kuno dan klasik. Apabila jaman dahulu sangat lekat dengan bahan katun dan sulaman tangan, sekarang bisa dikembangkan ke dalam gaya yang lebih casual.


"Bagi saya warisan budaya tidak harus dilestarikan saja, namun perlu dimodifikasi dengan tren zaman sekarang. Seperti dari segi bahan, jika dulu kebaya identik dengan bahan katun dan warna off white, saat ini bisa dikembangkan ke dalam bahan lace dengan warna terang," ungkapnya kepada JawaPos.com saat ditemui di kawasan Senopati Jakarta Selatan, Kamis (20/4).


Menurut Ferry, modifikasi kebaya boleh dilakukan, namun tetap menggunakan pakem. Salah satu yang harus dipertahankan sebagai identitas adalah kerah yang berlipat. Sedangkan detail lainnya seperti bagian lengan, bahan, dan ukuran bisa dikembangkan mengikuti perkembangan tren yang ada.


Salah satu pengembangan yang sedang tren adalah bentuk lengan. Jika kebaya Kartini identik dengan detail lengan panjang maka dapat pula diubah menjadi pendek atau bahkan tanpa lengan. Untuk urusan cutting, Ferry menjelaskan bisa dikembangkan ke desain yang lebih trendi, seperti potongan dress yang memanjang dengan aplikasi lace.


"Kebaya Kartini dulu hanya digunakan oleh perempuan darah biru atau keluarga bangsawan untuk acara kerajaan, sekarang bisa dipakai siapa saja. Bentuknya bisa diubah tapi tidak meninggalkan unsur Kartini, yakni kerah berlipat," lanjutnya.


Ia menjelaskan pengaruh budaya luar seperti Tiongkok dan Belanda juga turut andil dalam memberikan perubahan, terutama soal warna. Dahulu kebaya Kartini identik dengan warna putih polos, saat ini telah bervariasi dari warna terang hingga pastel.


Ferry dikenal sebagai perancang yang berani mendobrak pakem Kebaya ke gaya yang lebih masa kini. Hasil rancangannya selalu out of the box, seperti unsur kebaya yang ia tuangkan ke dalam wedding gown berkelas Internasional. Kemudian kombinasi kebaya bergaya retro dengan lengan lebar. Hal itu lakukan untuk menjangkau segmen yang lebih luas.


"Perkembangan tren mode sangat cepat terbaca terutama milenial. Semua informasi tentang fashion mudah menyerap di masyarakat. Gak bisa secara total look harus pakem, namun perlu dikembangkan  seperti bentuk lengan, siluet, cutting dll," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore