
Koleksi
JawaPos.com - Perancang busana senior Itang Yunasz kembali menampilkan rancangan terbarunya bernafas Batik Wastra Nusantara. Dengan koleksi Kamilaa-nya sebanyak 24 looks ready to wear, Itang menunjukkan nafas etnik dengan gaya modest wear.
Rancangan modest wear miliknya terlihat sangat trendy namun tetap berpegang pada pakem perempuan berjilbab.
Ditemui usai menggelar karyanya di hari kedua Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, pihaknya menjelaskan koleksi modest wear untuk IFW kali ini terinspirasi dari kecantikan wastra nusantara. Ada tiga motif batik yang digunakan Itang, diantaranya batik lockan, parang, dan jumputan dari Sumatera.
"Batik Lockan dahulunya dibuat dengan teknik batik di atas kain sutera dengan dominasi warna biru dan warna latar belakang putih atau cream. Kemudian motif parang memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah dan simbol kesejahteraan," ujarnya kepada Jawapos.com di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3).
Sedangkan jumputan dengan motif abstrak, yang dibuat dari hasil proses ikat dan celup warna. Di kalangan pengrajin Jawa, pengembangan jumputan dikombinasikan dengan batik. Sedangkan di Sumatera Selatan dikenal sebagai 'kain pelangi' yang dibuat dengan teknik tenun yang bertepi songket.
Ketiga elemen wastra nusantara tersebut, ia tuangkan ke dalam motif print dengan kesan eksotis dan dramatis. Rancangannya semakin memukau dengan pemilihan material poly twill dan crape silky yang di-print dengan ketiga motif batik tersebut.
Sementara itu untuk palet warna, ia menggunakan warna yang sangat lekat dengan motif lokcan, yakni hijau, oranye dan nude yang menarik. Sementara motif parang tampil dalam balutan warna oranye, dan motif jumputan hadir dalam tiga warna yakni maroon, tobacco brown dan light brown.
"Koleksi 'Kamilaa' ini sangat beragam, mulai dari pilihan celana panjang yang dipadankan dengan tunik atau pun blus sebagai atasannya yang disempurnakan dengan outer. Selain itu ada dress, kaftan, palazzo juga dihadirkan sebagai pilihan," tambahnya.
Desainer yang produktif merancang busana sopan dan elegan ini selalu tertarik menggunakan motif tradisional sebagai ciri khasnya. Koleksinya semakin kaya dengan penambahan ruffles, pleats, drapery di beberapa bagian. Ia pun berani untuk melakukan tabrak motif, seperti motif parang dari Jawa dipadukan dengan motif jumputan dari Sumsel.
Koleksinya Itang makin menawan dengan paduan gaya jilbab turban dan nude pump berpotongan lancip yang dibuat khusus untuk menyempurnakan tampilan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
