
INVESTASIKAN WAKTU: Ortu harus peka dengan perubahan mood dan sikap anak remaja. Dengan demikian, ortu dapat menjadi pelindung dan pendamping anak dalam menghadapi masalahnya. (Foto Ilustrasi Diperagakan Deny Suksesti dan Nabila Calisya. Alfian Rizal/Jawa
Anak yang tadinya nempel banget dengan mama-papa ketika beranjak remaja jadi lebih senang menghabiskan waktu bareng teman-temannya. Atau, dari kecil hobi bulu tangkis, tiba-tiba ogah meneruskan latihan. Parents sering kali merasa galau melihat perubahan itu. Apa saja yang harus dipahami parents dalam menemani perjalanan remaja?
---
REMAJA adalah masa peralihan dari anak menuju masa dewasa. Semua aspek diri anak bakal mengalami perubahan. Secara fisik, perubahan bakal terlihat jelas. Namun, perubahan sosial, kognitif, dan emosi juga turut berubah.
Psikolog perkembangan anak Ersa Lanang Sanjaya menyatakan bahwa perubahan aspek kognitif remaja turut bertransisi menuju dewasa. ’’Secara kemampuan berpikir, remaja sudah hampir mendekati orang dewasa. Remaja sudah bisa berpikir secara abstrak, berbeda dengan anak-anak,’’ tutur Ersa. Konsep yang lebih kompleks seperti masa depan dan cinta sudah bisa dicerna oleh remaja.
Dalam aspek kognitif, perbedaan orang dewasa dan remaja hanya pada pengalaman. ’’Ibarat laptop, processor sudah sama-sama canggih. Bedanya, yang satu sudah punya database lebih banyak, sedangkan remaja ini masih sedikit,’’ papar dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra tersebut. Oleh karena itu, remaja juga terdorong untuk mengeksplorasi banyak hal baru di lingkungannya.
Hal tersebut wajib dipahami parents. Perubahan di masa remaja pasti terjadi dan tak bisa ditolak. Bisa jadi beberapa kegiatan yang dulu disukai bakal ditinggalkan anak untuk mengeksplorasi hal yang lain. ’’Begitu pun aspek sosial mereka, jadi lebih banyak diam atau menyendiri di rumah. Tapi, meluangkan banyak waktu untuk bersosialisasi dengan teman seusianya,” jelas Ersa.
Kebiasaan diantar jemput orang tua, membawa bekal makanan ke sekolah, dan nonton bioskop bersama keluarga mulai tak diminati. ’’Karena peer group jadi penting untuk mereka. Akhirnya, banyak kegiatan yang dilakukan sama teman-teman saja,’’ imbuh Ersa.
Hal-hal tersebut masih dalam batas wajar terjadi. Jadi, parents tidak perlu baper berlebihan. Anak hanya berusaha mengoptimalkan masa remaja lewat eksplorasi. Pahami bahwa masa remaja memang fase perubahan dan penting dalam perkembangan anak.
Kini, parents perlu fokus pada peran sebagai pendamping yang baik. Parents tak lagi berperan sebagai pengambil keputusan karena remaja bakal lebih banyak berlatih untuk memilih sendiri. ’’Di sinilah peran parents sebagai mentor,” ucapnya. Database pengalaman parents bisa diberikan kepada anak agar mereka bisa menjalani eksplorasi dengan baik.
Teori memang tak semudah aplikasi. Sebagai mentor, komunikasi jadi kunci untuk optimalnya perkembangan remaja. Padahal, perubahan komunikasi sangat terasa. ’’Jadi, memang orang tua ini kuncinya sabar dan terus mencoba bangun komunikasi,’’ jelas pria berkacamata tersebut.
Jika sejak kecil anak sudah dibiasakan berkomunikasi dengan parents, hubungan pada saat remaja niscaya lebih mudah. ’’Anak menyadari orang tua ada sebagai faktor pelindung. Jadi, saat ada masalah pun, anak tetap lari ke orang tua,” jelas Ersa. Oleh karena itu, investasi hubungan dan pola komunikasi yang baik sejak kecil itu penting dilakukan.
Namun, bukan tidak mungkin membangun komunikasi saat anak beranjak remaja. Caranya, parents perlu meluangkan waktu untuk bonding dengan remaja. ’’Luangkan waktu untuk kumpul bareng. Pulang kerja ngobrol ringan sampai membuat kegiatan liburan bersama,” imbuh ayah dua anak itu. Kegiatan ngobrol tersebut bisa dilakukan dengan selingan aktivitas yang lain seperti nonton TV atau makan bersama. Tak harus dalam bentuk sesi khusus.
Selain itu, parents perlu membiasakan diskusi dalam banyak pengambilan keputusan. Misalnya, mau makan di mana atau mau melakukan kegiatan bersama apa. ’’Memang lebih lama, nggak bisa sat set sat set. Tapi, remaja jadi paham mereka bisa menyampaikan keinginan, bahkan belajar ambil keputusan,” tegasnya. Orang tua masa kini tak bisa lagi otoriter seperti beberapa generasi sebelumnya.
’’Ketika anak beranjak remaja, parents juga belajar dewasa sebagai orang tua,” imbuhnya. Jadi, parents juga harus belajar sabar dan konsisten dalam mendampingi anak. Ersa juga mengingatkan pentingnya melihat niat parents dalam hati. Apakah saat mengambil sebuah keputusan untuk anak, parents benar-benar memilih yang terbaik untuk anak atau hanya untuk kemudahan diri sendiri?
Perubahan apa yang perlu diwaspadai parents saat anak beranjak remaja? Ersa menyatakan, parents cukup melihat bagaimana kegiatan mereka sehari-hari. Apakah masih sesuai dengan norma atau tidak. ”Apakah sekolahnya masih lancar, lalu kesehatan tidak terganggu,” imbuhnya. Selama kegiatan yang dilakukan masih positif, parents tak perlu khawatir.
Ersa mengingatkan parents hanya perlu mewadahi dan peka dalam mengisi kebutuhan remaja. ’’Carikan tempat, komunitas, lingkungan yang positif, dan sesuai dengan apa yang ingin dieksplorasi. Kalau suka kegiatan fisik, jangan biarkan dia eksplorasi lewat tawuran, tetapi tawarkan ekstrakurikuler bela diri,” tutur Ersa.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
