Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Mei 2022 | 02.33 WIB

Pengunjung Mal Naik 30 Persen selama Periode Libur Lebaran

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Menurunnya kasus Covid-19 membuat perekonomian bergeliat. Hal itu terlihat dari minat masyarakat mengunjungi mal sejak Ramadan hingga Lebaran untuk berbelanja. Tercatat pengunjung mal naik 30 persen selama libur Lebaran dan seiring menurunnya kasus Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadhan terjadi sekitar satu minggu sebelum hari Idul Fitri. Rata-rata pembelian didominasi belanja kebutuhan sandang atau busana dan keperluan rumah tangga.

"Untuk Ramadan tahun 2022 ini puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan telah terjadi pada tanggal 23-24 April 2022 yang lalu," katanya kepada JawaPos.com, Senin (9/5).

Sedangkan pada saat Idul Fitri umumnya kunjungan ke pusat perbelanjaan pada hari kedua akan lebih tinggi daripada hari pertama. Masyarakat lebih banyak berbelanja untuk kulineran hingga liburan. "Datang ke mal untuk makan dan minum serta hiburan," ungkapnya.

Peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan selama Idul Fitri juga mulai terjadi pada hari kedua yang terus berlanjut sampai dengan hari Minggu kemarin. Diperbolehkannya mudik Lebaran berdampak terhadap kunjungan ke pusat perbelanjaan yang berada di kota-kota besar, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Memang diakuinya, kemudahan dan pelonggaran untuk bepergian ke luar negeri juga mempengaruhi tingkat kunjungan mal. Namun meskipun demikian, rata-rata tingkat kunjungan pada saat Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022 ini tetap meningkat lebih tinggi yaitu sekitar 30 persen dibandingkan dengan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 yang lalu.

 

Covid-19 Makin Landai

Menurutnya, peningkatan kunjungan pada saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diharapkan nantinya dapat menjadikan rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada tahun 2022 ini mencapai 70-80 persen. Angka itu diproyeksikan lebih baik dari tahun 2020 yang hanya mencapai 50 persen dan tahun 2021 yang hanya mencapai 60 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi.

"Setelah lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 relatif sudah berhasil dikendalikan sebelum Ramadan dan Idul Fitri maka tentunya menjadi sangat penting untuk tetap mengendalikan kondisi tersebut sampai dengan setelah Ramadan dan Idul Fitri. Jika kondisi tersebut berhasil dikendalikan sampai dengan nanti setelah Ramadan dan Idul Fitri maka akan memudahkan untuk mempercepat pemulihan kondisi usaha," jelas Alphonsus.

Jika terjadi sebaliknya, kata dia, maka akan semakin memperburuk kondisi usaha di tengah situasi kenaikan berbagai harga secara bersamaan yang memberatkan kehidupan masyarakat. Protokol kesehatan harus tetap diberlakukan secara ketat, disiplin dan konsisten. Percepatan vaksinasi harus terus didorong termasuk vaksinasi booster.

"Semua langkah tersebut adalah untuk meminimalkan kemungkinan risiko melonjaknya kembali jumlah kasus positif Covid-19 setelah Ramadan dan Idul Fitri yang jika terjadi maka akan mengakibatkan beban yang jauh lebih berat karena situasi perekonomian yang sedang dalam kondisi berat saat ini," tuturnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore