
Tahun Baru Imlek (The Luxury Signature)
JawaPos.com – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan tradisional yang memiliki makna historis, budaya, dan sosial yang sangat kuat.
Festival ini tidak hanya dirayakan di Tiongkok, tetapi juga oleh komunitas Tionghoa di berbagai negara.
Berikut 9 fakta penting yang menjelaskan latar belakang, makna, dan perkembangan Tahun Baru Imlek dari masa ke masa, seperti dikutip pada laman Wake Forest University.
Tahun Baru Imlek dikenal sebagai perayaan paling penting dalam budaya Tiongkok. Festival ini berfokus pada kebersamaan keluarga dan penghormatan terhadap leluhur.
Pemerintah Tiongkok menetapkannya sebagai hari libur nasional selama sekitar satu minggu.
Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.
Sejarah Tahun Baru Imlek diperkirakan telah berlangsung selama lebih dari 3.500 tahun. Perayaan ini berkembang seiring perubahan sosial dan politik Tiongkok.
Tradisi yang ada saat ini merupakan hasil evolusi panjang dari berbagai dinasti. Nilai spiritual dan budaya tetap menjadi inti perayaannya.
Tanggal Tahun Baru Imlek ditentukan oleh kalender lunisolar Tiongkok. Kalender ini menggabungkan perhitungan peredaran bulan dan matahari.
Tahun Baru Imlek jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Oleh karena itu, tanggal perayaannya selalu berubah dalam kalender Gregorian.
Di Tiongkok, Tahun Baru Imlek juga disebut Festival Musim Semi. Penamaan ini merujuk pada dimulainya Awal Musim Semi dalam sistem penanggalan tradisional.
