Dhatu Rembulan. (Instagram)
JawaPos.com – Sebagai penutup aurat saat salat, mukena memang sering digunakan dalam keseharian. Setidaknya lima kali dalam satu hari sesuai dengan waktu salat. Untuk menjaga kebersihannya, sering mengganti mukena wajib dilakukan. Seperti yang dilakukan istri Tria Changsuters, Dhatu Rembulan.
Dalam peresmian butik Siti Khadijah di Bintaro, Dhatu mengungkapkan, dirinya bisa mengganti mukena 3 kali dalam satu minggu. Bukan tanpa sebab, baginya mengganti mukena lebih sering dikarenakan memang kebutuhan bukan karena gaya atau untuk terlihat pamer.
Ia menjabarkan, setiap menjalankan salat, pada sisi mukena bagian wajah biasanya sering terkena sisa air wudhu. Kalau dipakai berulang pasti lembap dan kotor. Untuk itu, satu mukena saja tidak cukup.
Jika kebanyakan orang masih terlalu jarang mengganti mukenanya, tapi tidak dengan Dhatu. Belum lagi, ungkap Dhatu, mukena itu bukan hanya tersedia di kamar atau ruang salat. Tapi juga di mobil dan tas.
“Makanya aku sering seminggu bisa ganti 3 kali karena memang kebutuhan. Karena memang sering dipakai. Kalau satu saja kurang,” ujar Dhatu.
Sehingga, dengan adanya kebutuhan tersebut, mukena bukan lagi menjadi item kesekian setelah pakaian. Dalam arti, mukena bukan lagi barang ‘mahal’ yang jarang diganti.
Senada dengam Dhatu, Muhammad Mukhlis Aminuddin selaku CEO Siti Khadijah (SK), mengungkapkan, sudah seharusnya mukena memiliki nilai yang lebih tinggi. Untuk itu, diperlukan inovasi untuk mengangkat derajat mukena. Bagaimana terlihat cantik namun tetap nyaman serta tida menghilangkan nilai utamanya, yakni menutup aurat tanpa berlebihan.
“Sesuai dengan iman kita yang harus sentiasa di tingkatkan. Pakaian yang dibawa menghadap Allah SWT hendaklah yang terbaik, mukena harus diberi perhatian agar berkualitas, nyaman dan yang paling utama sesuai syariat,” ujar Mukhlis.
Misalnya, untuk mukena SK, pihaknya tak hanya pemilihan bahan, warna, dan ukuran, tapi juga meriset secara khusus agar cocok untuk semua jenis wajah. Inovasi yang dilakukan dengan menerapkan teknologi compy flex anti-bacterial yang dapat menutup area bawah dagu, sehingga dapat menyesuaikan bentuk wajah.
Selain itu terdapat juga karet premium di bagian dahi yang berfungsi untuk menjaga rambut agar tidak keluar. Karet premium ekspor ini tidak berbekas di dahi dan tidak menimbulkan rasa sakit meskipun dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
