Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Desember 2025 | 19.56 WIB

Tak Perlu Jago Coding, Ini 4 Skill 'Tersembunyi' yang Bikin Karier Anda Melejit di Era AI

habitus orang sukses yang selalu tahan banting di tengah gempuran ujian hidup./ Freepik/ jcomp - Image

habitus orang sukses yang selalu tahan banting di tengah gempuran ujian hidup./ Freepik/ jcomp

JawaPos.com - Bekerja di bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar mimpi. Teknologi ini sudah merambah ke berbagai sektor, mulai dari kantor administratif, industri kreatif, hingga hukum dan pendidikan.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjadi programmer jenius atau ilmuwan data kelas dunia untuk bisa sukses di bidang ini. Menurut para ahli, ada keterampilan "tersembunyi" yang justru lebih dicari perusahaan saat ini.

Profesor Manajemen dari NYU Stern School of Business Robert Seamans menilai, AI akan melahirkan banyak peran baru, persis seperti saat internet mengubah dunia kerja dulu.

"AI akan mengubah sebagian besar pekerjaan yang kita lakukan, tetapi akan memengaruhi setiap profesi dengan cara yang berbeda,"  kata Seamans dikutip dari CBS News, Selasa (23/12).

Menurutnya, AI akan mengubah pekerjaan dan cara bekerja.  

"Analogi yang baik adalah memikirkan komputer dan internet serta bagaimana hal itu mengubah pekerjaan dan cara kita bekerja," katanya.

Berikut adalah 4 keterampilan utama yang wajib Anda kuasai agar tetap relevan di era AI:

1. Menjadi "Penerjemah" AI untuk Orang Awam

Skill paling krusial saat ini bukanlah teknis, melainkan kemampuan menjelaskan cara kerja AI dengan bahasa sederhana. Banyak manajer perusahaan ingin menggunakan AI, tapi mereka tidak paham apa yang terjadi di balik layar.

Di sinilah peran Anda sebagai jembatan antara dunia teknis dan bisnis sangat dibutuhkan.

"Tugasnya adalah memberikan pemahaman sederhana bagi orang awam tentang apa yang terjadi di balik layar," ujar Seamans.

Artinya, Anda cukup memahami konsep dasar AI dengan baik dan mampu menjelaskannya secara logis tanpa istilah yang rumit.

2. Jago Menggunakan AI untuk Produktivitas Pribadi

Pekerja yang paling dicari adalah mereka yang tahu cara memanfaatkan AI generatif seperti ChatGPT untuk bekerja lebih efektif. Bukan sekadar alat tambahan, AI harus menjadi "asisten pribadi" Anda.

Anda bisa menggunakan AI untuk menyusun laporan, analisis data, hingga mencari ide segar. Namun, jangan telan mentah-mentah hasilnya. Anda harus mampu menguji akurasi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pekerjaan agar tidak terjadi kesalahan fatal.

3. Menjadi Auditor AI: Pengawas Etika dan Bias

AI tidak sempurna; ia bisa bias dan salah. Oleh karena itu, profesi "Auditor AI" diprediksi akan meledak. Tugasnya adalah memastikan sistem AI bekerja secara adil dan akurat, terutama dalam proses rekrutmen atau penilaian kredit.

"Mereka perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang sistem AI untuk menjalankan pengujian padanya, dan mengetahui tolok ukur apa yang harus digunakan untuk menentukan apakah ada bias atau tidak," jelas Seamans.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore