Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan prosedur waxing pada bagian kakinya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Waxing adalah metode menghilangkan bulu rambut di bagian tubuh tertentu dengan menggunakan produk lilin khusus. Prosesnya yaitu dengan mengoleskan produk lilin pada kulit, lalu ditarik dengan cepat sehingga bulu tercabut dari akarnya.
Waxing dapat dilakukan di berbagai bagian tubuh seperti kaki, tangan, ketiak, wajah, hingga area organ reproduksi. Lilin yang digunakan biasanya berupa cairan kental yang padat dan lengket, sehingga mampu menempel pada bulu rambut dengan kuat lalu menariknya dari kulit.
Risiko Berbahaya Akibat Waxing
Waxing dapat menimbulkan risiko karena bulu dicabut dari kulit dengan tarikan yang kuat. Selain itu, komposisi bahan serta suhu yang dipakai selama prosedur juga dapat menimbulkan berbagai efek samping.
Dikutip dari HelloSehat, berikut beberapa bahaya akibat waxing yang perlu kamu ketahui.
1. Rasa Nyeri Hebat
Waxing dapat mencabut rambut hingga ke akarnya, di mana tempat tersebut banyak terdapat ujung saraf-saraf yang berkumpul. Tarikan kuat saat prosedur berlangsung akan menekan ujung-ujung saraf tersebut, sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang cukup intens.
Rasa sakit ini biasanya lebih terasa ketika melakukan bikini waxing atau mencabut bulu di area genital, karena bagian tersebut memiliki jumlah ujung saraf yang jauh lebih banyak dibandingkan area seperti lengan atau betis. Jika ingin rasa sakit berkurang, maka kompres kulit dengan air sebelum melakukan waxing.
2. Reaksi Alergi
Lilin untuk waxing kadang mengandung bahan yang dapat memicu alergi, seperti rosin, beeswax, atau pewangi. Reaksi alergi biasanya muncul berupa gatal dan ruam yang menyebar, tetapi pada beberapa kasus bisa berkembang menjadi reaksi berat seperti anafilaksis.
Oleh karena itu, sebaiknya lakukan patch test terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk waxing. Jika muncul tanda-tanda alergi, tunda prosedurnya dan konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
3. Folikulitis
Folikulitis adalah salah satu efek samping waxing yang terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan akibat infeksi bakteri maupun jamur, termasuk bakteri Pseudomonas aeruginosa yang cukup sering ditemukan. Risiko ini dapat terjadi bila kebersihan ruang perawatan, alat waxing, atau lilin yang digunakan tidak terjaga.
Munculnya folikulitis akibat waxing biasanya ditandai oleh beberapa gejala khas seperti benjolan-benjolan merah kecil yang terasa nyeri saat disentuh. Di dalam sebagian bentol tersebut dapat terbentuk nanah yang keras dan berpotensi pecah. Selain itu, kulit juga bisa menimbulkan rasa gatal disertai sensasi seperti terbakar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
