
Ilustrasi overstimulated (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh rangsangan seperti sekarang, tak jarang kita merasa kewalahan saat otak dan tubuh seperti terus dipaksa memproses terlalu banyak hal sekaligus. Kondisi itu dalam psikologi dikenal sebagai overstimulated, di mana rangsangan sensorik maupun emosional melebihi kapasitas toleransi seseorang. Melansir dari Halodoc, overstimulated bisa muncul ketika seseorang terpapar berbagai informasi dan aktivitas secara terus-menerus, sehingga timbul stres, kecemasan, atau kelelahan mental.
Sementara Alodokter menjelaskan bahwa dalam era digital dan gaya hidup modern dengan gawai, media sosial, dan tuntutan pekerjaan atau sekolah, paparan rangsangan tak henti bisa memicu overstimulasi tanpa kita sadari. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan menimbulkan gangguan psikologis maupun fisik.
Mengenali penyebab overstimulated sangat penting agar kita bisa mengambil langkah nyata untuk mengatasinya bukan dengan memaksakan diri terus, tetapi memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.
Penyebab Overstimulated
1. Paparan Gadget dan Media Digital Berlebihan
Salah satu penyebab utama overstimulated adalah penggunaan gawai seperti smartphone, komputer, televisi secara intens dan terus-menerus. Setiap notifikasi, konten, atau informasi baru memaksa otak untuk berproses ulang hingga kita kelelahan mental.
2. Lingkungan yang Bising atau Ramai
Lingkungan dengan kebisingan tinggi, keramaian, cahaya terang, atau banyak aktivitas bisa memicu overstimulasi. Indra kita bekerja ekstra keras untuk menyaring rangsangan, dan jika berlangsung lama maka pikiran serta tubuh akan mudah merasa stres.
3. Tekanan, Deadline, atau Beban Tugas yang Menumpuk
Tuntutan pekerjaan, studi, atau kehidupan pribadi yang tinggi disertai multitasking, tekanan waktu, dan ekspektasi besar bisa menjadi pemicu overstimulated. Stres terus-menerus dan kurang istirahat membuat toleransi kita terhadap rangsangan makin rendah.
Cara Mengatasi Overstimulated
- Cari Ruang dan Waktu Tenang
Jika merasa kewalahan, cobalah menjauh dari sumber rangsangan seperti matikan notifikasi, cari ruangan yang tenang dan redup, atau kelilingi diri dengan suasana tenang. Memberi jarak terhadap stimulus eksternal bisa membantu menenangkan sistem saraf.
- Batasi Penggunaan Gadget & Rutinitas Digital
Mengurangi waktu layar terutama sebelum tidur dapat membantu otak dan tubuh memulihkan diri. Mengatur jadwal penggunaan gadget dan memberi jeda sejenak dari media digital bisa menurunkan risiko overstimulasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
