
Ilustrasi seorang traveler yang berjalan membawa koper di bandara./Freepik
JawaPos.com - Industri pariwisata global terus berevolusi dengan cepat seiring perkembangan zaman. Para pelancong harus selalu mengikuti perubahan aturan untuk menghindari masalah tak terduga.
Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan teratur, melansir dari Geediting.com Kamis (30/10) terdapat delapan peraturan baru yang mulai berlaku di tahun 2025.
Perubahan ini bervariasi dari digitalisasi proses hingga regulasi yang lebih ketat tentang keberlanjutan.
Memahami setiap detail aturan ini akan sangat membantu Anda dalam merencanakan perjalanan yang mulus. Mari kita telaah bersama delapan aturan baru yang mungkin terlewatkan.
1. Verifikasi Identitas Didigitalisasi
Tahun 2025 menjadi saksi peningkatan penggunaan paspor elektronik dan visa digital. Proses verifikasi identitas di bandara kini semakin mengandalkan teknologi AI. Pergeseran digital ini memudahkan, namun juga menuntut pelancong untuk menyesuaikan diri.
2. Inovasi Paspor Kesehatan
Perubahan besar terjadi pada penggunaan paspor kesehatan, yang kini tidak hanya sebatas status vaksinasi. Paspor ini mencakup data kesehatan biometrik dan informasi alergi yang lebih mendalam. Tujuannya adalah untuk memastikan penanganan kesehatan darurat yang lebih cepat dan akurat.
3. Protokol Keamanan Bandara Ditingkatkan
Bandara kini mengimplementasikan perangkat lunak pengenalan mikro-ekspresi canggih. Teknologi ini dapat mendeteksi tanda-tanda perilaku mencurigakan dengan memindai wajah penumpang. Prosedur keamanan menjadi lebih ketat dan lebih cepat dari sebelumnya.
4. Kewajiban Koper Biodegradable
Dalam upaya mengatasi masalah polusi lingkungan, regulasi baru mewajibkan semua koper harus mudah terurai secara alami (biodegradable). Aturan ini berlaku untuk mengurangi jejak karbon para pelancong. Ini memang tantangan transisi, tetapi merupakan langkah penting menuju pariwisata berkelanjutan.
5. Kesadaran Protokol Bencana Alam
Pelancong kini diwajibkan untuk meninjau dan memahami protokol darurat di lokasi yang akan dikunjungi. Peraturan ini diterapkan seiring meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai belahan dunia. Tujuannya agar wisatawan lebih siap menghadapi situasi tak terduga.
6. Pembatasan Jumlah Perjalanan Diberlakukan

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
