Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19.10 WIB

7 Keterampilan Dasar yang Hilang, Boomer Tidak Mengajarkannya Karena Dikira Semua Orang Sudah Tahu

Ilustrasi seorang kakek yang termenung di rumah./Freepik - Image

Ilustrasi seorang kakek yang termenung di rumah./Freepik

JawaPos.com - Ada beberapa keterampilan hidup yang sangat mendasar, yang bagi generasi Baby Boomer (lahir sekitar 1946-1964), adalah pengetahuan umum yang didapatkan secara alami.

Keterampilan ini, mulai dari cara menulis cek hingga berbicara santai dengan orang asing, seolah-olah diserap begitu saja melalui kebutuhan dan interaksi sehari-hari. Banyak boomer tidak pernah terpikir untuk mengajarkan keterampilan ini kepada anak-anak mereka, sebab mereka berasumsi bahwa setiap orang pasti sudah mengetahui hal-hal tersebut.

Asumsi ini ternyata menciptakan kesenjangan yang tidak terduga antar generasi, di mana anak-anak yang beranjak dewasa kekurangan bekal dalam menghadapi situasi kehidupan nyata.

Pengetahuan yang dianggap universal oleh satu di antara generasi, ternyata bisa menjadi "seni yang hilang" bagi generasi berikutnya, melansir dari Global English Editing Sabtu (25/10). Berikut ini adalah tujuh keterampilan dasar yang diasumsikan semua orang tahu, namun ternyata tidak pernah diajarkan.

1. Melakukan Obrolan Ringan dengan Orang Asing

Boomer sangat mahir memulai obrolan ringan dengan siapa saja, membicarakan hal-hal sepele seperti cuaca, kemacetan, atau harga kebutuhan dapur di manapun. Mereka mempelajarinya saat mengantre di toko, bank, atau ruang tunggu, sebelum gawai diciptakan untuk menjadi penyelamat Anda dari tatapan mata canggung. Anak-anak boomer justru cenderung panik di lift dan memilih menggunakan earbud sebagai perisai dari kontak mata dan percakapan. Keterampilan ini tidak diajarkan, karena bagi boomer, kemampuan berbicara santai adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus di mana saja.

2. Menulis Kartu Ucapan Terima Kasih yang Manusiawi

Banyak generasi muda cenderung menulis catatan terima kasih yang singkat dan kaku, seperti hanya memberikan konfirmasi penerimaan hadiah saja. Berbeda dengan boomer, mereka mampu merangkai ucapan terima kasih hingga tiga paragraf dengan detail mengenai hadiah dan harapan untuk pertemuan di masa mendatang. Keterampilan ini diserap secara visual, yakni dengan melihat ibu mereka rutin menulis catatan untuk setiap acara. Boomer tidak menjelaskan bahwa ucapan singkat itu tidak cukup karena mereka yakin semua orang pasti tahu formulanya dari lingkungan sekitar.

3. Menelepon Bisnis untuk Mengajukan Pertanyaan

Anak-anak boomer lebih memilih datang langsung ke suatu tempat hanya untuk memeriksa jam buka toko, daripada harus menelepon dan bertanya. Gagasan untuk menelepon guna bertanya apakah suatu barang tersedia, terasa seperti suatu tugas yang menakutkan dan sangat dihindari. Boomer terbiasa menelepon siapa saja tanpa naskah dan cemas, menganggap telepon sebagai alat, bukan perangkat yang menakutkan. Bagi mereka, kecemasan telepon tidak pernah ada, sehingga mereka tidak pernah mengajarkan cara menggunakannya dengan santai.

4. Merawat Benda Sebelum Benar-benar Rusak

Generasi boomer terbiasa melakukan pemeliharaan preventif, seperti memeriksa oli mobil, membersihkan talang air, atau mengganti filter secara berkala. Hal ini mereka lakukan bukan karena mereka istimewa, tetapi karena setiap orang memang selalu melakukannya di waktu luang mereka. Generasi muda cenderung menunggu hingga suatu benda mengeluarkan asap, bunyi aneh, atau bahkan rusak total sebelum menyadari bahwa benda itu perlu perawatan. Stiker pengingat ganti oli di kaca mobil sering diabaikan, dianggap sebagai sampah administrasi semata, bukan petunjuk penting.

5. Membaca Jam Analog dengan Cepat

Boomer bisa melihat jarum jam dan langsung mengetahui waktu, sementara anak-anaknya harus menganggap jam analog sebagai masalah geometris yang harus dihitung dengan saksama. Dulu, jam analog ada di mana-mana, mulai dari ruang kelas, dapur, hingga pergelangan tangan, yang membuat Anda belajar hanya dengan berada di dekatnya. Saat ini jam analog lebih banyak berfungsi sebagai dekorasi, dan banyak siswa dilaporkan tidak bisa membacanya secara efisien. Mengajarkan keterampilan ini tidak pernah terpikirkan oleh boomer, seperti menganggap setiap orang tahu cara membedakan warna.

6. Mengenal Nama Tetangga di Lingkungan Rumah

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore