Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Oktober 2025 | 01.49 WIB

10 Tanda Bahwa Kamu Pernah Mengalami Kekerasan Emosional dari Orang Tua Menurut Psikologi

Ilustrasi: Tanda Bahwa Kamu Pernah Mengalami Kekerasan Emosional dari Orang Tua Menurut Psikologi (Unsplash/Ольга Андреева) - Image

Ilustrasi: Tanda Bahwa Kamu Pernah Mengalami Kekerasan Emosional dari Orang Tua Menurut Psikologi (Unsplash/Ольга Андреева)

JawaPos.com - Berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan emosional memang tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat di tubuh, namun dampaknya bisa jauh lebih berbahaya bahkan bisa bertahan seumur hidup. 

Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, di Amerika Serikat, setiap 10 detik dilaporkan satu kasus kekerasan terhadap anak. Dalam setahun, lebih dari 6,6 juta anak terlibat dalam kekerasan emosional. 

Dampak kekerasan emosional dapat melemahkan perkembangan emosional anak dan menghancurkan rasa percaya diri mereka. Berikut 10 tanda umum kekerasan emosional dari orang tua yang penting untuk dikenali agar kamu bisa memahami dan mulai memulihkan diri.

1. Sering Mengalami Ledakan Emosi

Apakah kamu mudah menangis atau sulit mengendalikan perasaan? Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh teguran dan pengabaian emosional cenderung memiliki gejolak emosi yang ekstrem. Bisa merasa sangat bahagia saat mendapat validasi, lalu langsung terpuruk saat tidak diperhatikan.

2. Terlalu Ramah pada Orang Asing

Beberapa korban kekerasan emosional tumbuh menjadi pribadi yang terlalu baik atau penuh kasih terhadap orang lain. Mereka berusaha memberikan cinta yang dulu tidak mereka terima dan berempati secara berlebihan agar orang lain tidak merasakan penderitaan yang sama.

3. Agresif terhadap Orang Lain atau Hewan

Sebaliknya, sebagian anak justru meniru perilaku kasar orang tuanya. Mereka melampiaskan kemarahan kepada teman atau hewan, sebagai bentuk kontrol atas rasa tidak berdaya yang dulu mereka alami.

4. Sulit Memiliki Teman

Anak yang tumbuh dalam kekerasan emosional sering kesulitan membangun hubungan sosial sehat. Mereka mungkin mudah terjebak dalam hubungan toksik atau justru menghindari kedekatan emosional karena takut disakiti lagi.

5. Tidak Percaya Diri akan Masa Depan

Korban kekerasan emosional sering dibesarkan dengan kritik dan hinaan. Akibatnya, mereka tumbuh pesimis dan takut gagal, bahkan enggan mengejar potensi terbaiknya.

6. Menekan Emosi Secara Berlebihan

Mereka yang mendapat emotional abuse dari orang tuanya akan  terbiasa hidup dalam ketakutan bahkan tidak berani mengekspresikan perasaan. Akibatnya, banyak yang menyembunyikan emosi dan melampiaskannya dengan cara tidak sehat seperti alkohol atau obat-obatan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore