JawaPos.com - Tidak semua orang tumbuh dengan kondisi ekonomi yang sama. Ada yang sejak kecil terbiasa hidup berkecukupan, sementara ada pula yang harus berjuang keras karena kondisi finansial keluarga terbatas.
Menariknya, menurut psikologi, pengalaman masa kecil seperti ini sering meninggalkan jejak pada cara seseorang bersikap, mengambil keputusan, bahkan berinteraksi dengan orang lain.
Orang-orang yang tumbuh tanpa banyak uang umumnya mengembangkan pola pikir dan kebiasaan tertentu untuk bertahan hidup.
Meski sebagian perilaku itu membantu, ada juga yang justru bisa “membocorkan rahasia” bahwa mereka pernah hidup dalam keterbatasan.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/10), terdapat sembilan perilaku khas yang biasanya langsung terlihat.
Bahkan ketika sedang belanja bersama teman, mereka bisa dengan mudah membandingkan harga dan menyebutkan mana yang lebih murah. Ini adalah hasil dari kebiasaan harus berhitung ketat sejak kecil.
2. Lebih Memilih Barang Fungsional daripada Gaya
Orang yang tumbuh tanpa uang biasanya membeli barang karena manfaatnya, bukan sekadar gengsi.
Misalnya, mereka akan lebih memilih sepatu tahan lama meski desainnya sederhana, dibandingkan membeli sepatu bermerek mahal yang cepat rusak. Prinsip “yang penting awet” sangat melekat pada diri mereka.
3. Terlihat Canggung Saat Menerima Barang Mewah
Ketika diberi hadiah mahal atau diajak ke restoran eksklusif, mereka kadang menunjukkan ekspresi kaku.
Hal ini bukan karena tidak menghargai, tetapi karena di masa kecil mereka jarang atau bahkan tidak pernah mengalami hal serupa.
Situasi itu terasa asing dan membuat mereka perlu waktu untuk menyesuaikan diri.
Kebiasaan ini muncul karena mereka tahu betapa repotnya saat harus membeli sesuatu mendadak di luar, terutama ketika uang terbatas.
5. Cenderung Overthinking Saat Mengeluarkan Uang
Bahkan setelah kondisi keuangan mereka membaik, rasa bersalah atau ragu-ragu ketika mengeluarkan uang masih sering muncul.
Mereka bisa berpikir panjang hanya untuk membeli hal kecil, karena di masa lalu setiap rupiah punya arti besar.
6. Tidak Gengsi Mengerjakan Hal Sendiri
Orang yang tumbuh tanpa uang biasanya lebih mandiri. Mereka terbiasa memperbaiki barang sendiri, memasak di rumah, atau mencari solusi alternatif daripada langsung membayar orang lain.
Sikap ini terbentuk karena keterbatasan masa kecil mengajarkan mereka untuk “do it yourself”.
7. Sangat Menghargai Barang Kecil
Hal sederhana seperti makanan gratis, hadiah kecil, atau bantuan kecil dari orang lain bisa membuat mereka sangat bahagia.
Mereka tahu rasanya kekurangan, sehingga hal-hal kecil pun dianggap berharga. Inilah yang membuat mereka sering tampak lebih mudah berterima kasih dibandingkan orang lain.
Baju dipakai sampai benar-benar usang, makanan tidak pernah disia-siakan, bahkan peralatan rumah tangga bisa diperbaiki berkali-kali.
Psikologi menyebut ini sebagai bentuk “scarcity mindset” yang terbentuk dari masa lalu.
9. Memiliki Hubungan yang Rumit dengan Uang
Sebagian dari mereka tumbuh dengan rasa takut kekurangan, sehingga menjadi sangat hemat atau bahkan pelit.
Namun ada juga yang justru sebaliknya, ketika punya uang mereka cepat membelanjakannya karena merasa ingin “balas dendam” pada masa lalu.
Dua sisi ini sama-sama merupakan refleksi dari pengalaman tumbuh tanpa uang.
Kesimpulan
Psikologi menunjukkan bahwa cara seseorang memandang dan memperlakukan uang banyak dipengaruhi oleh pengalaman masa kecilnya.
Orang-orang yang tumbuh tanpa uang biasanya menunjukkan perilaku yang khas: hemat, penuh perhitungan, sederhana, dan sangat menghargai hal-hal kecil.
Meskipun kadang terlihat berbeda dari mereka yang tumbuh berkecukupan, sifat-sifat ini sesungguhnya menjadi bukti ketangguhan dan kemampuan beradaptasi mereka.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah seberapa sulit masa lalu kita, tetapi bagaimana kita menggunakannya sebagai kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
***