
Ilustrasi cara biasa untuk mengonsumsi obat yaitu dengan air mineral (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Obat adalah zat yang digunakan untuk mencegah, mengurangi, atau menyembuhkan penyakit serta memperbaiki fungsi tubuh. Obat dapat berasal dari bahan alami maupun hasil sintesis kimia yang diformulasikan khusus agar bekerja pada organ atau sistem tubuh tertentu.
Jenis obat memiliki variasi yang beragam seperti tablet, kapsul, cairan, hingga suntikan. Namun, rasa pahit pada obat sering menjadi penyebab seseorang sulit untuk mengonsumsinya.
Rasa pahit ini bukanlah tanpa alasan, hal ini terjadi karena banyaknya senyawa kimia aktif di dalam obat yang memiliki sifat dasar pahit. Meski pahit, justru senyawa inilah yang memberikan efek terapeutik bagi tubuh.
Mengingat pentingnya efektivitas obat, cara konsumsi juga harus diperhatikan, termasuk memilih cairan pendamping. Salah satu minuman yang tidak disarankan adalah teh.
Alasan Tidak Boleh Mengonsumsi Obat dengan Air Teh
Komposisi zat dalam teh dan air mineral sangat jauh berbeda. Teh merupakan salah satu minuman yang mengandung kafein, kandungan ini dapat mengganggu proses penyerapan obat ke dalam tubuh.
Beberapa jenis obat akan berinteraksi dengan zat kafein dalam teh. Reaksinya, obat akan sulit terserap oleh tubuh, kinerjanya kurang efektif dan mungkin akan berisiko menimbulkan efek samping.
Dikutip dari Alodokter, berikut 9 jenis obat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan teh.
Teh memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat. Guna menghindari efek samping maupun interaksi obat yang merugikan, penting untuk mengonsumsi obat sesuai aturan yang tepat.
Namun, jika kamu mendapati kondisi yang memburuk setelah meminum obat atau suplemen bersama teh, segera hentikan penggunaannya dan periksakan diri ke dokter. Agar tidak muncul efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.
Dampak jika Mengonsumsi Obat Bersamaan dengan Pisang
Interaksi tidak hanya terjadi dengan minuman seperti teh, tetapi juga dengan makanan tertentu seperti pisang.
Pisang merupakan buah yang mengandung kalium cukup tinggi, kalium ini berfungsi untuk mengendalikan sel saraf dan otot terutama otot jantung. Mengonsumsi obat tertentu, contohnya obat tekanan darah bersamaan dengan pisang akan mengakibatkan penumpukan kalium dalam tubuh.
Dikutip dari KlikDokter, kadar zat yang terlalu banyak akan mempersulit keluarnya kalium melalui urin. Selain itu, penumpukan kalium juga berakibat pada ritme jantung yang tidak teratur.
Kondisi tingginya kadar kalium dalam tubuh disebut juga hiperkalemia. Penderita hiperkalemia akan merasakan gejala jantung berdebar, nyeri dada, sulit bernapas, kelelahan, mual dan muntah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022