Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 14.32 WIB

Mengungkap 8 Ungkapan yang Sering Terdengar Kosong Tanpa Isi dalam Percakapan Sehari-hari

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara. (Freepik) - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara. (Freepik)

JawaPos.com - Kemampuan berbahasa seseorang sering kali tanpa disadari dapat mencerminkan kedalaman pemikirannya.

Meskipun niatnya hanya untuk berkomunikasi, beberapa ungkapan umum ternyata cenderung terdengar dangkal. Frasa-frasa ini sering digunakan sebagai pengganti pemikiran yang orisinal.

Melansir dari Geediting.com Rabu (1/10), beberapa kebiasaan verbal menunjukkan kurangnya pemikiran kritis atau wawasan. Kebiasaan ini sering kali digunakan tanpa menyadari seberapa kosong bunyi ucapannya. Mari kita telaah delapan ungkapan yang perlu kita perhatikan.

1. Terlalu Sering Memakai Kata Penegas

Frasa seperti "benar-benar," "sangat," atau "ekstrem sekali" terlalu sering dipakai untuk menambah penekanan. Ketergantungan pada kata-kata ini bisa menjadi bendera merah. Hal ini menunjukkan kesulitan menemukan bahasa yang lebih deskriptif dan spesifik.

2. Mengandalkan Klise Sebagai Penopang Bahasa

Klise memang mudah dipahami dan sangat familier dalam berbagai kontepat sosial. Namun, terlalu sering bergantung pada klise menunjukkan minimnya pemikiran orisinal. Ini membuat pembicaraan menjadi basi dan tidak memerlukan upaya mental.

3. Berkata-kata Besar untuk Terdengar Pintar

Seseorang mungkin menggunakan kata-kata yang rumit secara berlebihan, padahal kata sederhana sudah cukup. Ini lebih sering mengungkapkan kurangnya kedalaman pemahaman daripada kecerdasan. Tujuannya adalah untuk mengesankan, tetapi justru terdengar tidak berbobot.

4. Berbicara Lebih Banyak dan Mendengar Lebih Sedikit

Kecerdasan sejati tidak diukur dari seberapa banyak seseorang berbicara dalam diskusi. Orang yang kurang cerdas sering berbicara lebih banyak, tetapi kurang mendengarkan ide orang lain. Ini menunjukkan kurangnya minat untuk memproses informasi dan pandangan baru.

5. Mengulang atau Menirukan Ucapan Orang Lain

Menggema pernyataan atau opini yang didengar orang lain adalah kebiasaan yang umum ditemukan. Mereka mengulang perkataan orang lain tanpa benar-benar memahami konteks atau maknanya. Ini memperlihatkan kurangnya pemikiran unik dalam percakapan.

6. Menyombongkan Diri Tentang Kepintaran

Ironisnya, individu yang terus-menerus menyombongkan kecerdasan mereka justru meragukan diri sendiri. Orang yang benar-benar cerdas selalu menyadari bahwa masih banyak yang harus dipelajari. Kerendahan hati adalah ciri khas orang yang cerdas sejati.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore