Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 01.52 WIB

Bak Musuh dalam Selimut! 7 Hal 'Baik' yang Diucapkan Orang Manipulatif, Tapi Dirancang untuk Menghancurkan Harga Diri Anda

Ilustrasi orang berinteraksi. (freepik) - Image

Ilustrasi orang berinteraksi. (freepik)

JawaPos.Com - Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mendengar kata-kata manis dari orang-orang di sekitar.
 
Namun faktanya, perkataan yang manis dan indah tak selalu tulus. Beberapa orang mungkin memangg tulus menyampaikannya, tapi ada juga yang penuh dengan niat tersembunyi. 

Kata-kata yang terdengar positif dan penuh perhatian bisa, saja menjadi alat manipulasi untuk melemahkan mental serta menghancurkan harga diri Anda secara perlahan.

Seperti dilansir dari Geediting.com, psikologi menandai ada tujuh ucapan yang sering dipakai oleh orang manipulatif untuk menghancurkan harga diri seseorang.

Sekilas terdengar penuh kasih, tetapi sebenarnya dirancang agar Anda merasa tidak cukup baik, bergantung pada mereka, dan sulit keluar dari kendali yang mereka bangun.

Agar lebih waspada, mari kita bahas satu per satu kalimat manipulatif ini serta makna tersembunyi di baliknya.

1. “Saya hanya mencoba membantu Anda mencapai potensi Anda”

Sekilas terdengar penuh dukungan, ucapan ini seolah menunjukkan bahwa mereka peduli dengan perkembangan Anda. Namun, makna terselubungnya justru bisa merusak.

Orang manipulatif menggunakan kalimat ini untuk membuat Anda merasa belum cukup baik. 

Alih-alih membangun, mereka justru meruntuhkan rasa percaya diri Anda, sehingga Anda merasa harus terus bergantung pada bimbingan mereka.

Padahal, setiap orang memiliki potensi dan cara unik untuk mencapainya tanpa harus selalu diatur atau dikritik secara halus.

2. “Kamu sangat sensitif—aku suka itu darimu”

Kalimat ini terdengar seperti pujian, tetapi sebenarnya ada jebakan psikologis di dalamnya. 

Kata “sensitif” digunakan untuk menyiratkan bahwa emosi Anda berlebihan.

Akibatnya, saat Anda merasa tersakiti atau tersinggung, mereka bisa memutarbalikkan keadaan dengan menyebut Anda terlalu emosional. 

Perlahan, Anda mulai meragukan validitas perasaan sendiri dan kehilangan keyakinan pada intuisi Anda.

Ini adalah cara licik untuk membuat Anda lebih mudah dikendalikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore