Ilustrasi avoidant attachment, salah satu tipe dari attachment style dalam hubungan (Dok. Pinterest Simply Psychology)
JawaPos.com - Dalam menjalin hubungan, setiap orang membawa pola keterikatan emosional yang berbeda, yang dikenal dengan istilah attachment style atau gaya keterikatan. Attachment style ini terbentuk sejak masa kecil, khususnya melalui hubungan dengan orang tua atau pengasuh, dan kemudian memengaruhi cara seseorang membangun hubungan romantis, persahabatan, maupun interaksi sosial.
Attachment style membantu menjelaskan mengapa sebagian orang merasa nyaman dalam hubungan, sementara yang lain mudah cemas atau bahkan menghindar ketika dekat dengan pasangan. Menurut Hello Sehat, pemahaman tentang gaya keterikatan ini penting untuk membangun relasi yang sehat dan stabil, karena bisa memengaruhi cara seseorang mengekspresikan kasih sayang, menghadapi konflik, hingga mengelola emosi.
Terdapat beberapa jenis attachment style yang umum dibahas dalam psikologi hubungan. Setiap jenis memiliki ciri khas tertentu yang memengaruhi dinamika cinta dan komunikasi antar pasangan. Dengan mengetahui tipe masing-masing, seseorang dapat lebih sadar akan pola pikir serta perilaku yang dijalani dalam relasi sehari-hari.
4 Tipe Attachment Style dalam Hubungan
1. Secure Attachment (Gaya Keterikatan Aman)
Individu dengan secure attachment cenderung merasa nyaman untuk dekat dengan orang lain dan mampu membangun kepercayaan dalam hubungan. Mereka biasanya memiliki kepercayaan diri yang baik dan bisa mengelola emosi dengan stabil, sehingga membuat hubungan lebih sehat dan tahan lama.
2. Anxious Attachment (Gaya Keterikatan Cemas)
Mereka yang memiliki gaya keterikatan ini sering merasa tidak cukup dicintai dan terus-menerus membutuhkan validasi dari pasangan. Hal ini membuat mereka lebih rentan mengalami kecemasan berlebihan, takut ditinggalkan, dan sulit merasa tenang dalam relasi.
3. Avoidant Attachment (Gaya Keterikatan Menghindar)
Orang dengan avoidant attachment cenderung menjaga jarak dalam hubungan dan merasa tidak nyaman dengan kedekatan emosional yang terlalu intens. Individu dengan gaya ini biasanya lebih mandiri, tetapi kesulitan untuk membuka diri secara emosional kepada pasangan.
4. Disorganized Attachment (Gaya Keterikatan Tidak Teratur)
Jenis keterikatan ini merupakan kombinasi dari anxious dan avoidant, di mana seseorang bisa merasakan keinginan untuk dekat, tetapi juga takut sekaligus tidak percaya dengan pasangan. Gaya keterikatan ini sering muncul pada individu yang memiliki pengalaman traumatis di masa lalu.
Attachment style bukanlah sesuatu yang bersifat permanen dan masih bisa berubah seiring waktu. Dengan refleksi diri, terapi, serta dukungan pasangan, seseorang bisa belajar untuk membangun gaya keterikatan yang lebih sehat demi menjaga keharmonisan hubungan.
Selain itu, memahami attachment style pasangan juga sangat membantu dalam menjalin komunikasi yang lebih baik. Dengan saling mengenali kebutuhan emosional masing-masing, konflik bisa diminimalisir dan hubungan menjadi lebih harmonis.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
