Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 04.27 WIB

Ini Tips Kelola Gaji UMR Surabaya Rp4,9 Juta, Tetap Bisa Menabung dengan Sisa Uang Banyak!

Ilustrasi uang (Freepik)

JawaPos.com - Gaji sesuai dengan upah minimum regional (UMR) ternyata bisa disiasati agar tetap 'tersisa'. Asal dikelola dengan cerdas, sisa uang bulanan itu bisa menjadi tabungan atau investasi yang berharga untuk masa depan.

Mengutip Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, UMR Kota Surabaya tahun 2025 adalah sebesar Rp4.961.753. Ada trik keuangan yang bisa diterapkan supaya gaji tersebut tidak hanya habis untuk kebutuhan sehari-hari, namun juga tetap bisa menabung. Salah satunya menggunakan pola 50-30-20.

Dilansir dari Forbes, anggaran dengan pola 50-30-20 ini dipopulerkan oleh Senator Amerika Serikat, Elizbeth Warren. Pola 50-30-20 memberikan gambaran persentase uang yang dialokasikan ke dalam tiga kategori dasar, yaitu kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Adapun besaran pembagian yaitu 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan.

Kebutuhan digunakan untuk keperluan dasar seperti sewa atau kredit rumah, bahan makanan, utilitas (listrik, air, atau gas), biaya kesehatan seperti asuransi atau BPJS kesehatan, serta transportasi.

Keinginan untuk memenuhi kesenangan seperti makan di restoran, hadiah untuk orang lain atau diri sendiri (self-reward), liburan, langganan streaming, pakaian, dan lain-lain.

Sedangkan tabungan untuk mencapai tujuan keuangan seperti dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun, atau membeli aset seperti rumah, kendaraan, atau emas.

Dengan pola 50-30-20 untuk gaji UMR Surabaya sekitar Rp4,9 juta, maka alokasi uang untuk kebutuhan diperkirakan sebesar Rp2.450.000. Lalu untuk keinginan adalah sebesar Rp1.470.000.

Tentu diperlukan komitmen dan disiplin untuk mengikuti tips tersebut. 

Apabila pengeluaran mulai boros, mulailah berhemat dengan cara mengurangi belanja yang berkaitan dengan keinginan. Misalnya, mengurangi kebiasaan makan di luar rumah, biaya langganan streaming, memberi hadiah ke pasangan, teman, dan diri sendiri.

Tidak hanya keinginan, pengeluaran untuk kebutuhan pada dasarnya juga bisa dihemat, seperti menghemat pemakaian utilitas seperti listrik, air, dan gas. Selain itu, bisa juga dengan mengurangi biaya transportasi dengan beralih ke transportasi umum yang lebih murah. Bila jarak tidak jauh, bersepeda atau jalan kaki juga dapat menjadi opsi.

Jika ada pengeluaran untuk sewa atau kontrak rumah, maka penghematan bisa dilakukan dengan memilih tempat tinggal yang lebih ekonomis.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore