Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 15.08 WIB

Menurut Psikologi, Ini Cara Membedakan Stres dan Burnout, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat!

Menurut Psikologi, Ini Cara Membedakan Stres dan Burnout, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat! (Jcomp/Freepik) - Image

Menurut Psikologi, Ini Cara Membedakan Stres dan Burnout, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat! (Jcomp/Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa benar-benar lelah, kewalahan, bahkan sampai tidak punya tenaga untuk melakukan apa pun? Di satu sisi, mungkin itu hanya stres. Namun, bisa juga kondisi yang Anda alami sebenarnya adalah burnout. Sayangnya, kedua hal ini sering kali disalahartikan karena gejalanya mirip, padahal dampaknya bisa sangat berbeda.

Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, stres biasanya muncul sebagai respon tubuh terhadap tekanan atau perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Sementara itu, burnout adalah kondisi ketika tekanan itu terjadi secara berlebihan dan berkepanjangan, sehingga membuat seseorang benar-benar kehabisan energi. 

Psikolog dan ahli kesehatan mental menekankan bahwa memahami perbedaan keduanya sangat penting agar penanganan yang dilakukan tidak salah arah. Nah, mari kita bahas tanda-tanda yang bisa membantu membedakan stres dan burnout.

1. Rasa Lelah dan Kehabisan Energi

Stres memang bisa membuat tubuh dan pikiran terasa terkuras. Namun, biasanya seseorang yang stres masih bisa bertahan dan menyelesaikan tuntutan hidupnya. Berbeda dengan burnout, di mana rasa lelahnya sudah sampai ke titik benar-benar habis, bahkan tidak lagi mampu menghadapi rutinitas sehari-hari. Jika Anda merasa seperti “kosong” dan tidak punya tenaga sama sekali, ini bisa menjadi tanda burnout.

2. Proses yang Muncul Perlahan

Burnout tidak terjadi dalam semalam. Kondisi ini berkembang perlahan dari dorongan ambisi yang berlebihan, kebiasaan memaksa diri bekerja terlalu keras, hingga akhirnya mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Seiring waktu, hal ini bisa memicu perasaan hampa, cemas, depresi, dan bahkan kolaps secara fisik maupun mental.

3. Kesulitan Menjalani Aktivitas Harian

Baik di sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun kegiatan sukarela, rasa kewalahan bisa saja muncul. Namun, bila Anda mulai merasa tidak mampu menghadapi tugas-tugas sehari-hari, sering absen, atau menjadi pribadi yang berbeda dari biasanya, ada kemungkinan Anda sedang mengalami burnout, bukan sekadar stres.

4. Perubahan Psikologis

Burnout dapat memengaruhi kesehatan mental secara serius. Pikiran jadi terasa kacau, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga merasa putus asa. Bahkan, riset menunjukkan bahwa burnout bisa meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

5. Masalah di Fisik

Baik stres maupun burnout sama-sama bisa menimbulkan masalah fisik, seperti sulit tidur, cepat lelah, hingga daya tahan tubuh menurun. Namun, pada burnout, gejalanya sering lebih berat, misalnya insomnia berkepanjangan, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

6. Kehilangan Rasa Bermakna

Tidak semua stres berujung pada burnout. Jika apa yang Anda lakukan terasa penting dan bermakna, stres biasanya masih bisa ditoleransi. Tetapi, ketika Anda merasa usaha yang dilakukan tidak ada artinya, di situlah burnout lebih mudah muncul.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore