Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 22.38 WIB

19 Sinyal Emosional dan Psikologis yang Menunjukkan Hubungan yang Putus Masih Layak Diperjuangkan dan Diselamatkan

Kuncinya ada pada kejujuran, komunikasi, serta keberanian untuk bekerja sama membangun kembali keintiman yang sempat retak. (Freepik)

JawaPos.com-Dalam dunia percintaan, putus bukanlah sesuatu yang asing. Hampir setiap orang pernah mengalaminya. 

Ada hubungan yang memang sudah seharusnya berakhir karena penuh dengan toksisitas, kekerasan emosional, atau ketidakcocokan fundamental. 


Namun, ada pula hubungan yang putus bukan karena cinta telah padam, melainkan karena kesalahpahaman, ego yang tinggi, atau fase sulit yang belum bisa dilewati bersama.

Pertanyaan penting yang sering muncul adalah: "Apakah hubungan ini masih layak diselamatkan?"

Psikolog hubungan menjelaskan bahwa beberapa pasangan sebenarnya tidak benar-benar kehilangan cinta, hanya saja terjebak dalam dinamika yang salah.

Jika percikan kasih masih ada, bahkan di tengah luka dan amarah, maka hubungan tersebut bisa diperjuangkan kembali.

Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membahas 19 tanda kuat bahwa hubungan yang rusak masih layak diperjuangkan, dilengkapi dengan penjelasan psikologis, penelitian, serta tips praktis untuk membangunnya kembali.

1. Kamu Tidak Menginginkan Orang Lain

Ketika sebuah hubungan berakhir, wajar jika orang-orang berkata, "Masih banyak ikan di lautan." Namun, jika hatimu secara instingtif menolak gagasan itu, ini tanda bahwa cintamu masih terpaut pada pasanganmu.

Rasa enggan membuka hati untuk orang baru menunjukkan bahwa keterikatan emosionalmu masih sangat dalam. Teori attachment dalam psikologi menjelaskan bahwa ikatan kuat membutuhkan waktu lama untuk benar-benar terputus.

2. Membayangkan Mereka Bersama Orang Lain Membuatmu Sakit

Cemburu adalah satu hal, tetapi rasa mual ketika membayangkan mantan pasangan dengan orang lain adalah bentuk keterikatan emosional yang lebih dalam. Itu bukan sekadar rasa memiliki, melainkan rasa kehilangan yang tulus terhadap ikatan intim yang pernah ada.

Jika pikiran itu membuatmu gelisah, artinya hatimu belum benar-benar siap untuk melepaskan.

3. Menjadi Lajang Tidak Terdengar Menarik

Kebebasan setelah putus seringkali digadang-gadang menyenangkan: bebas bertemu orang baru, mencoba aplikasi kencan, atau menjalin pengalaman baru. Tetapi jika semua itu terasa hambar dibandingkan kebersamaan dengan pasangan lamamu, itu pertanda jelas bahwa hubungan tersebut masih memiliki nilai yang besar.

Penelitian tahun 2021 menemukan bahwa kesepian dalam hubungan lebih memengaruhi kepuasan dibanding sekadar status lajang atau tidak. Artinya, jika pasanganmu adalah tempatmu merasa "pulang", hubungan tersebut masih sangat berarti.

4. Membalas Dendam Terasa Bodoh

Banyak orang yang putus merasa tergoda untuk "balas dendam". Namun, jika dalam hati kecilmu, membalas dendam terasa konyol dan tidak masuk akal, ini tanda bahwa cintamu lebih kuat daripada amarahmu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore