
Ilustrasi seorang perempuan yang tampak mengamati sekelompok orang sambil terlihat cemas, mencerminkan kebutuhan akan validasi eksternal. (Freepik)
JawaPos.com - Status sosial seseorang tidak semata-mata diukur dari kekayaan, ketenaran, atau jabatan yang dipegangnya. Lebih dari itu, bagaimana seseorang membawa diri dan berinteraksi sehari-hari sering kali menjadi penentu utama. Ada kebiasaan-kebiasaan halus yang dapat menunjukkan kurangnya rasa percaya diri seseorang.
Melansir dari Geediting.com Jumat (12/9), kebiasaan-kebiasaan ini sering berakar dari perasaan tidak berharga di dalam diri. Mengenali kebiasaan ini penting untuk memahami dinamika sosial dan meningkatkan diri. Mari kita telaah tujuh kebiasaan yang dimaksud menurut psikologi.
1. Selalu Mencari Validasi dari Luar
Perempuan dengan kebiasaan ini terus-menerus mencari pujian dan pengakuan dari orang lain. Mereka mengandalkan persetujuan eksternal untuk merasa berharga, sehingga rasa percaya dirinya menjadi goyah. Perilaku ini dapat menimbulkan kesan manipulatif atau membutuhkan perhatian lebih.
2. Memanipulasi dengan Rasa Bersalah
Satu di antara kebiasaan yang paling jelas adalah menggunakan rasa bersalah untuk mendapatkan keinginannya. Mereka mungkin mengarang cerita sedih atau membuat orang lain merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka. Ini adalah cara tidak sehat untuk mengendalikan orang di sekitarnya.
3. Kurang Bertanggung Jawab atas Emosi
Perempuan ini cenderung menyalahkan orang lain atas perasaan yang mereka rasakan. Mereka jarang mengakui perannya dalam suatu konflik atau masalah emosional. Kebiasaan ini menunjukkan ketidakmampuan untuk mengelola emosi mereka sendiri.
4. Mengabaikan Batasan Orang Lain
Mereka cenderung tidak menghormati batasan yang dibuat oleh orang lain. Mereka mungkin bersikeras melanjutkan perilaku yang dilarang atau menganggap orang lain terlalu berlebihan. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap hak orang lain.
5. Senang Menggunjing dan Menyebarkan Hal Negatif
Kebiasaan ini sering kali mencerminkan rasa tidak aman yang mendalam. Mereka suka menggosip dan menjatuhkan reputasi orang lain untuk kesenangan semata. Fokus pada ide dan hal positif jauh lebih membangun.
6. Menghindari Refleksi Diri dan Pertumbuhan Pribadi
Mereka cenderung mengabaikan umpan balik yang tidak menyenangkan dan menolak perubahan. Daripada mengakui kekurangan, mereka lebih memilih untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu ketidaknyamanan. Perilaku ini menghalangi mereka untuk berkembang.
7. Meremehkan Pencapaian Diri dan Orang Lain

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
