
Ilustrasi seseorang tidur dekat dengan HP (Canva)
JawaPos.com - Saat kita terlelap, otak memasuki empat tahap tidur yang berulang beberapa kali setiap malam. Tiga tahap pertama disebut tidur non-REM, sedangkan tahap keempat adalah tidur REM, fase ketika mimpi terjadi.
Pada tahap non-REM pertama, otak beralih dari pola gelombang aktif ke ritme yang lebih lambat, dan otot mulai rileks. Tahap kedua ditandai dengan penurunan suhu tubuh, detak jantung, serta napas yang semakin lambat, meski kadang masih ada semburan aktivitas listrik singkat di otak.
Tahap ketiga merupakan tidur dalam yang memulihkan energi. Di fase ini, detak jantung, pernapasan, dan aktivitas otak berada di titik terendah. Terakhir, tidur REM dimulai sekitar 90 menit setelah kita terlelap. Napas menjadi cepat dan tidak teratur, detak jantung dan tekanan darah mendekati kondisi terjaga, dan bola mata bergerak cepat di balik kelopak. Seiring bertambahnya usia, durasi tidur REM cenderung berkurang.
Irama Sirkadian dan Peran Neuron
Melansir dari Medical News Today, tidur dikendalikan oleh dua mekanisme utama, yakni ritme sirkadian dan dorongan homeostasis tidur. Ritme sirkadian adalah siklus fisik dan mental harian yang dipengaruhi cahaya dan diatur oleh “jam biologis” di setiap sel tubuh. Pusat pengatur utamanya adalah suprachiasmatic nucleus di otak, yang terdiri dari sekitar 20.000 neuron.
Sementara itu, homeostasis tidur melacak kebutuhan tidur dan meningkatkan rasa kantuk seiring lamanya kita terjaga. Proses ini memengaruhi aktivitas otak serta konektivitas neuron, memastikan tubuh tahu kapan harus beristirahat.
Tidur, Memori, dan Pembelajaran
Tidur terbukti penting bagi pembentukan memori dan kemampuan belajar. Penelitian menunjukkan tidur non-REM dalam memperkuat efisiensi belajar, sedangkan tidur REM menstabilkan keterampilan yang baru dikuasai.
Selama tidur, sinapsis (jembatan mikroskopis antar-neuron) mengalami penyesuaian. Di siang hari, sinapsis aktif merespons rangsangan. Saat tidur, aktivitasnya menurun kembali ke tingkat normal. Tanpa proses pemulihan ini, otak kehilangan fleksibilitas (neuroplastisitas) yang penting untuk belajar hal baru.
Studi juga mengungkap tidur ringan non-REM mendorong penguatan sinapsis, sementara tidur dalam non-REM menurunkannya agar tetap seimbang. Ini menegaskan bahwa tidur tak hanya membantu belajar tetapi juga “menghapus” informasi yang tidak penting.
Menyatukan Fungsi Tidur
Temuan-temuan tersebut menyatukan dua pandangan lama, yakni tidur membantu mengonsolidasikan ingatan sekaligus membuang informasi tak berguna. Riset terbaru menunjukkan non-REM meningkatkan plastisitas otak untuk meningkatkan keterampilan, sedangkan REM menurunkannya guna menstabilkan pembelajaran dan mencegah informasi baru menimpa memori lama.
Dengan demikian, tidur bekerja ganda, yakni memperkuat koneksi saraf untuk mempertahankan pengetahuan sekaligus melemahkannya demi menjaga fleksibilitas otak.
Neuron yang Membuat Kita Lupa Mimpi
Selain sinapsis, neuron juga berperan penting. Penelitian di Jepang menemukan sekelompok neuron penghasil hormon MCH di hipokampus yang aktif saat tidur REM. Aktivasi neuron ini tampaknya mencegah mimpi tersimpan sebagai ingatan, membuat kita cepat lupa isi mimpi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
