Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 22.26 WIB

7 Faktor yang Membuat Seseorang Selalu Overthinking Menjelang Tidur Malam

Ilustrasi orang yang sering overthinking menjelang tidur malam. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sering overthinking menjelang tidur malam. (Freepik)

JawaPos.com – Berpikir berlebihan atau overthinking di malam hari semakin banyak dialami masyarakat modern. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga berpotensi memicu stres dan kecemasan.

Para ahli menyebutkan sedikitnya terdapat tujuh penyebab utama seseorang sering mengalami overthinking di tengah malam, seperti dilansir dari laman Geediting pada Rabu (10/9).

  1. Kesulitan Mengambil Keputusan

Banyak orang terjaga di malam hari karena tidak mampu menentukan pilihan yang tepat. Pikiran mereka dipenuhi berbagai kemungkinan skenario, baik untuk urusan kecil maupun besar. Akibatnya, otak terus bekerja seolah menghadapi ancaman nyata.

  1. Tidak Memiliki Rutinitas Tidur yang Konsisten

Ketiadaan rutinitas tidur membuat otak sulit beradaptasi dengan waktu istirahat. Begitu kepala menyentuh bantal, pikiran langsung beralih ke mode kerja penuh. Hal ini menyebabkan tubuh tetap terjaga meski fisik merasa lelah.

  1. Tingkat Kekhawatiran yang Tinggi

Mereka yang mudah khawatir sering kali membawa kecemasan hingga larut malam. Kekhawatiran membuat pikiran terus memutar skenario buruk yang belum tentu terjadi. Kondisi ini mengganggu kemampuan otak untuk beristirahat dengan tenang.

  1. Sulit Melupakan Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan kecil maupun besar sering diputar ulang tanpa henti ketika malam tiba. Pikiran menganalisis setiap detail seolah mencari cara agar tidak terulang kembali. Proses ini justru menimbulkan kecemasan baru dan memperpanjang waktu terjaga.

  1. Rasa Keraguan terhadap Diri Sendiri

Banyak orang mempertanyakan kemampuan maupun keputusan pribadi saat malam tiba. Keraguan ini sering muncul dalam bentuk kritik diri yang melelahkan. Akibatnya, mereka terjaga hingga pagi dengan perasaan rendah diri.

  1. Perfeksionisme yang Berlebihan

Perfeksionis cenderung menuntut segala hal berjalan sempurna. Setiap kekurangan menjadi bahan evaluasi berulang hingga menekan pikiran. Studi menunjukkan, sikap ini memicu kecemasan tinggi dan sulit tidur nyenyak.

  1. Terjebak dalam Lingkaran Pikiran ‘bagaimana jika’

Pertanyaan hipotetis menjadi jebakan yang membuat orang sulit memejamkan mata. Pikiran seperti “bagaimana jika gagal” atau “bagaimana jika salah” terus muncul tanpa henti. Mayoritas kekhawatiran tersebut bahkan tidak pernah terjadi dalam kenyataan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore