Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 16.58 WIB

6 Tanda Seseorang Sedang Berpura-pura Kuat, Meski Sebetulnya Tidak Baik-baik Saja

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Berpura-pura terlihat baik-baik saja ternyata bisa menguras lebih banyak energi daripada yang kita kira. Di era di mana senyum bisa difilter dan kesedihan bisa dibungkus dalam caption inspiratif, banyak orang sebenarnya sedang tenggelam sambil tersenyum di bawah permukaan.

Kita hidup dalam budaya “harus kuat”—di mana keputusasaan sering kali tidak terjadi dalam bentuk drama besar atau tangisan histeris seperti di film. Sebaliknya, keputusasaan hadir dalam versi silent mode; tanda-tandanya samar, nyaris tak terlihat, dan mudah sekali diabaikan.

Melansir VegOut, berikut adalah enam tanda halus ketika seseorang sebenarnya sedang berada di titik terendah dalam hidupnya , tapi memilih menyembunyikannya dari semua orang bahkan dari orang terdekat mereka.

1. Dari “si paling andal” jadi “hampir selalu sibuk”

Dulu mereka adalah teman yang paling rajin mengingat ulang tahun, paling cepat balas chat, dan selalu datang lebih awal ke janji temu. 

Sekarang? Pesanmu terbaca tiga hari kemudian dengan balasan “maaf, baru lihat ini”, rencana sering dibatalkan mendadak, dan alasan yang terdengar wajar jadi semacam default setting.

Apa yang sebenarnya terjadi: mereka sedang melakukan survival mode. Energi emosionalnya habis hanya untuk hal-hal paling darurat. Percakapan ringan denganmu mungkin terasa kecil, tapi buat mereka itu sudah beban tambahan.

2. Ruang pribadi jadi cermin rahasia

Sekilas rumah mereka tampak rapi. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat: ada piring dari minggu lalu, cucian menumpuk jadi furnitur, atau tanaman hadiah ulang tahun yang kini sekarat. Mobil mereka penuh barang, seakan jadi kamar darurat.

Ini bukan sekadar malas. Ketika mental drop, merapikan kamar bisa terasa seperti mendaki gunung. Mereka merapikan bagian yang terlihat demi menjaga ilusi, sementara sisanya dibiarkan memburuk dalam siklus yang menyakitkan.

3. Mereka jago mengalihkan pembicaraan

Tanyakan kabar mereka, tiba-tiba topik beralih ke drama kantor, gosip seleb, atau bahkan detail kehidupanmu sendiri. Mereka bisa mengingat hal-hal kecil tentang orang lain, tapi hampir tidak pernah benar-benar bercerita tentang diri sendiri.

Kuncinya ada di pengalihan. Mereka tahu orang suka membicarakan diri mereka sendiri, jadi strategi terbaik untuk sembunyi adalah: jadi pendengar. “Aku baik-baik saja” mereka terselip rapi dalam kalimat “tapi kamu gimana?”.

4. Kebiasaan ekstrem jadi rutinitas baru

Mungkin kamu lihat mereka tiba-tiba rajin lari maraton, kerja gila-gilaan, atau justru hilang tak keluar rumah berhari-hari. Mereka makan sembarangan atau tidak makan sama sekali, tidur terus atau malah insomnia parah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore