Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 17.17 WIB

Mimpi yang Sama Terulang Lagi dan Lagi, Apakah Pertanda Buruk? Ini Penjelasan Ahli Psikologi dan Neurosains

Ilustrasi mimpi (Freepik) - Image

Ilustrasi mimpi (Freepik)

JawaPos.com – Pernahkah Anda bermimpi tentang hal yang sama berulang kali? Misalnya mimpi dikejar seseorang, gigi copot, atau tersesat di tempat asing. Meski terdengar sepele, fenomena mimpi berulang ternyata menyimpan makna psikologis yang menarik untuk diteliti. Para ahli menyebutkan bahwa mimpi yang datang kembali dengan pola serupa bukan sekadar bunga tidur, melainkan refleksi kondisi emosional dan mental seseorang.

Menurut Healthline, mimpi berulang biasanya muncul ketika seseorang mengalami stres, kecemasan, atau masalah yang belum terselesaikan. Otak memproses pengalaman emosional yang kuat dengan cara mengulang simbol tertentu di alam bawah sadar. Itulah sebabnya, mimpi berulang sering terasa nyata dan menimbulkan rasa penasaran, bahkan kekhawatiran.

Mengapa mimpi berulang bisa terjadi?

Psikolog menyebutkan bahwa otak manusia, khususnya saat berada di fase tidur REM (Rapid Eye Movement), aktif mengolah ingatan dan emosi. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh ScienceAlert (2022), mimpi berulang biasanya melibatkan memori emosional yang masih “menggantung”. Misalnya, rasa takut ditolak, trauma masa lalu, atau konflik dengan orang terdekat. Otak mencoba menyelesaikan ketegangan itu melalui pengulangan simbol tertentu, seperti jatuh dari ketinggian, kehilangan benda, atau menghadapi bahaya.

Psychology Today menambahkan, mimpi berulang sering kali berfungsi sebagai “alarm” mental. Otak seolah memberi sinyal bahwa ada masalah yang harus segera diselesaikan di dunia nyata. Jika diabaikan, mimpi serupa bisa terus muncul hingga seseorang benar-benar menghadapi sumber stres atau konflik tersebut.

Apa dampaknya bagi kesehatan mental?

Mengalami mimpi berulang dalam jangka panjang dapat berdampak pada kualitas tidur. Rasa cemas yang terbawa ke dunia nyata membuat seseorang mudah lelah, sulit fokus, hingga lebih rentan mengalami gangguan suasana hati. Penelitian dari Journal of Dream Research (2021) menemukan bahwa individu dengan mimpi berulang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan depresi ringan dibanding mereka yang mimpi malamnya lebih variatif.

Selain itu, mimpi yang intens juga bisa memengaruhi persepsi diri. Misalnya, seseorang yang sering bermimpi gagal dalam ujian bisa merasa kurang percaya diri di kehidupan nyata. Begitu pula orang yang mimpi kehilangan orang tersayang bisa merasa lebih takut ditinggalkan.

Siapa yang paling sering mengalaminya?

Menurut Choosing Therapy, mimpi berulang lebih sering dialami oleh orang dewasa muda hingga mereka yang sedang berada dalam tekanan besar, seperti mahasiswa menjelang ujian atau pekerja dengan beban kerja tinggi. Anak-anak juga bisa mengalami mimpi berulang, terutama jika mereka menghadapi perubahan besar, seperti pindah rumah atau masuk sekolah baru.

Individu yang memiliki trauma masa lalu, seperti kecelakaan, kehilangan orang tercinta, atau kekerasan, juga cenderung lebih rentan. Trauma tersebut menyimpan jejak emosional yang sulit diproses, sehingga muncul kembali dalam bentuk simbol berulang di dalam mimpi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Para ahli menekankan bahwa mimpi berulang bukanlah pertanda mistis, melainkan pesan dari otak untuk memperhatikan kondisi psikologis. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

  1. Catat isi mimpi. Menurut Sleep Foundation, mencatat detail mimpi dalam jurnal dapat membantu mengidentifikasi pola atau simbol yang sering muncul.

  • Kelola stres harian. Meditasi, olahraga, atau melakukan hobi ringan bisa menurunkan tingkat kecemasan sehingga mimpi tidak lagi terlalu intens.

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore