JawaPos.com – Berjalan kaki minimal 78 menit per hari terbukti secara ilmiah dapat menurunkan risiko sakit punggung kronis dan mendukung kesehatan tulang belakang jangka panjang.
Sakit punggung kronis adalah kondisi nyeri di area punggung bawah yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan secara terus-menerus atau berulang.
Rayane Haddadj, ilmuwan kesehatan dari Universitas Sains dan Teknologi Norwegia, menjelaskan bahwa durasi berjalan lebih berdampak dibanding intensitas untuk mencegah sakit punggung.
Memahami manfaat berjalan kaki terhadap kesehatan punggung penting untuk mencegah gangguan gerak akibat gaya hidup pasif.
Aktivitas ini tidak harus cepat, cukup berjalan santai namun konsisten setiap hari. Pilih waktu pagi atau sore agar lebih nyaman dan hindari cuaca ekstrem.
Gunakan sepatu nyaman dan hindari permukaan tidak rata untuk mencegah cedera. Bagi waktu menjadi 2 sesi, misalnya pagi 50 menit dan sore 50 menit.
3. Frekuensi Ideal: 5 Kali Seminggu
Penelitian pada 2024 menyarankan berjalan minimal 30 menit, 5 hari dalam seminggu. Rutinitas ini mencegah kekambuhan sakit punggung non-spesifik secara efektif.
Jadwalkan waktu tetap setiap hari agar tubuh terbiasa. Gunakan alarm pengingat atau ajak keluarga untuk membuatnya konsisten.
4. Jalan Lambat Tetap Efektif
Manfaat tetap terasa meskipun berjalan dalam kecepatan santai. Volume aktivitas lebih penting daripada intensitas berdasarkan hasil studi.
Fokus pada durasi waktu, bukan kecepatan langkah. Pas untuk lansia atau pemulihan cedera ringan.
5. Gunakan Alat Pengukur Aktivitas
Akselerometer membantu memantau waktu dan jarak tempuh harian. Penelitian menggunakan alat ini untuk mengukur pergerakan peserta secara objektif.
Gunakan fitur pedometer pada ponsel pintar sebagai alternatif murah. Tetapkan target langkah, seperti 7.000–10.000 per hari.
6. Gabungkan Dengan Gaya Hidup Aktif
Duduk terlalu lama memperburuk kondisi punggung bawah. Berjalan rutin membantu menyeimbangkan efek negatif dari duduk seharian.
Bangun dari kursi setiap 30 menit untuk melakukan peregangan. Gunakan waktu istirahat kerja untuk jalan santai di sekitar kantor.
7. Dorong Lingkungan Mendukung Jalan Kaki
Kebijakan kota yang ramah pejalan kaki berdampak positif pada kesehatan publik. Studi menunjukkan perlunya dukungan infrastruktur seperti trotoar dan ruang terbuka.
Manfaatnya terasa secara kolektif bila akses jalan kaki aman dan nyaman. Dukung komunitas lokal atau program car free day sebagai langkah awal.
Berjalan kaki setiap hari selama durasi yang cukup terbukti efektif mencegah nyeri punggung kronis dan menjaga kesehatan tubuh jangka panjang.