JawaPos.com - Ketika Anda berpikir bahwa memimpin haruslah ekstrovert, bersuara lantang, dan percaya diri dengan segala cara, maka pola piker Anda sudah ketinggalan zaman.
Sudah saatnya Anda merubahnya, karena dilansir JawaPos.com dari psychologytoday pada Rabu (20/8), memimpin bukanlah tentang volume suara atau yang bersuara paling lantang di ruangan, mealinkan tentang resonansi.
Bagaimana kehadiran Anda memberikan kejelasan dan kekuatan yang tidak terlupakan bagi sekitar. Jadi, bagi Anda yang berkepribadian tenang dan pendiam tidak perlu khawatir lagi, Anda bisa menjadi pemimpin!
Bahkan dari kepribadian yang tenang akan lahir pemimpin yang memimpin melalui intensionalitas, bukan impuls. Melalui wawasan, bukan kebisingan. Melalui keselarasan, bukan kinerja.
Kekuatan Anda mendengarkan, merenung, dan mengamati alih-alih berbicara terlebih dulu atau menjadi pusat perhatian menjadi modal utamanya, karena kekuatan yang seperti itu tidaklah pasif.
Melainkan kekuatan yang sangat kuat, mampu menciptakan ruang bahkan mengubah ruangan, dan ketika berpadu dengan tujuan dan kehadiran, maka kekuatan yang tenang tersebut akan menjadi luar biasa.
Jadi, Anda tidak perlu mengubah kepribadian Anda yang tenang dan pendiam, Anda hanya perlu menyadarinya. Berikut tips menjadi pemimpin dengan merangkul pribadi Anda yang tenang dan pendiam.
1. Percaya pada Kehadiran Anda
Ingatlah selalu kalau kehadiran Anda yang membumi adalah kepemimpinan dan tidak perlu banyak bicara untuk berdampak besar. Percayalah, orang-orang sekitar akan merasakannya.
2. Bersiap untuk Berbicara dengan Penuh Kesiapan
Mulai sekarang, hargai diri Anda yang senang meluangkan waktu untuk berpikir. Persiapkan pikiran Anda, tuliskan, dan bicaralah ketika Anda siap. Ingat, Anda tidak perlu terburu-buru hanya untuk menjadi relevan.
3. Definisikan Ulang Visibilitas sesuai Keinginan Anda
Visibilitas berarti dilihat apa adanya, dengan cara yang autentik. Jadi, Anda bisa mencoba untuk menjalankan kepemimpinan dengan pertemuan empat mata yang berpengaruh, menulis, menjadi mentor, atau berkontribusi dengan cara yang lebih tenang namun berdampak besar.
Demikian tips yang dapat Anda praktikkan bila Anda adalah seorang pemimpin yang tenang dan pendiam. Ingat, tidak perlu memaksakan ekstroversi agar dihormati, tidak perlu berkorban berlebihan agar diperhatikan, dan tidak perlu mengubah sifat untuk bangkit.
Kekuatan tenang dan pendiam Anda adalah anugerah dan sebuah keunggulan. Jadi, mulai sekarang, duduklah di meja perundingan dengan menjadi diri Anda sepenuhnya tanpa penyesalan.***