Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 15.20 WIB

8 Kebiasaan Orang Tua yang Harus Dihentikan agar Dihormati Anak Menurut Psikologi

Seorang ayah dan anak yang sedang berinteraksi dengan penuh perhatian dan kasih sayang, menunjukkan hubungan yang saling menghormati. (Freepik) - Image

Seorang ayah dan anak yang sedang berinteraksi dengan penuh perhatian dan kasih sayang, menunjukkan hubungan yang saling menghormati. (Freepik)

JawaPos.com - Membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati dengan anak adalah tujuan setiap orang tua. Namun, seringkali tanpa disadari, ada kebiasaan yang justru menghambat terwujudnya tujuan mulia tersebut. Perilaku-perilaku ini dapat merusak kepercayaan.

Hubungan yang dibangun di atas dasar rasa hormat menuntut perubahan dari orang tua. Melansir dari Geediting.com Rabu (13/8), ada delapan perilaku yang harus dihindari. Mengubah kebiasaan ini akan membantu Anda membangun ikatan yang lebih kuat.

Berikut delapan kebiasaan yang harus dihentikan demi rasa hormat anak:

  1. Kehilangan Ketenangan

Ketika orang tua kehilangan kendali dan berteriak, anak akan belajar takut, bukan hormat. Mengelola emosi adalah cara efektif menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang stabil. Hal ini menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya.

  • Melanggar Batasan

  • Seringkali orang tua melanggar batasan privasi anak dengan membaca buku harian atau pesan pribadi. Tindakan ini merusak kepercayaan yang telah dibangun dalam hubungan. Menghormati batasan anak adalah cara untuk menunjukkan bahwa Anda percaya padanya.

  • Menjadi Diktator, Bukan Pembimbing

  • Memberikan perintah tanpa penjelasan akan membuat anak merasa tidak berdaya. Sebagai orang tua, peran Anda adalah membimbing, bukan mendikte. Libatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

  • Mengabaikan untuk Mendengarkan

  • Mengabaikan cerita atau perasaan anak menunjukkan bahwa pendapat mereka tidak penting. Luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka.

  • Lupa Memberikan Pujian

  • Fokus pada kesalahan anak membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik. Pujian yang tulus atas usaha dan pencapaian mereka akan meningkatkan kepercayaan diri. Ini membangun rasa hormat dari dalam dirinya.

  • Menghindari Percakapan Sulit

  • Menghindari topik sensitif hanya akan membuat anak tidak siap menghadapi masalah di masa depan. Percakapan jujur tentang kegagalan atau kesulitan membangun kepercayaan. Mereka akan merasa aman berbagi dengan Anda.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore