Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 19.22 WIB

Kamu Tidur 8 Jam tapi Masih Merasa Capek? Mungkin Ini yang Tubuhmu Coba Katakan

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Banyak orang merasa telah memenuhi “standar tidur ideal”, tetapi tetap merasa kelelahan sepanjang hari. 

Kalau ini terdengar familiar, tubuhmu mungkin sedang berbisik—atau bahkan berteriak—tentang sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kurang tidur. 

Berikut delapan kemungkinan penyebabnya, beserta langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan, seperti dilansir dari VegOut.

1. Tidur Panjang ≠ Tidur Berkualitas

Tidur delapan jam tidak selalu berarti tubuh benar-benar beristirahat. Bisa saja sebagian besar malam justru dihabiskan dalam tidur dangkal, bukan fase tidur dalam yang memulihkan.

Cahaya dari layar, berita tengah malam, atau pasangan yang mendengkur bisa membuat otak tetap waspada walaupun mata terpejam.

Coba refleksikan: Apakah kamu mudah tertidur, tetap tertidur, dan hanya bangun saat alarm berbunyi? Jika jawabannya tidak, mungkin saatnya menyusun ulang rutinitas tidur. 

Gelapkan kamar, jaga suhu sekitar 18°C, jauhkan gawai dari tempat tidur, dan buat ritual relaksasi sebelum tidur—seperti membaca atau mandi air hangat—agar sistem saraf tahu: ini saatnya istirahat.

2. Jam Biologis yang Kacau

Tubuh suka ritme yang konsisten: terang di pagi hari, redup di malam hari, pola makan dan aktivitas yang bisa ditebak.

Tapi kalau hari kerja tidur pukul 12 malam, lalu akhir pekan berubah jadi pukul 2 pagi—jam internal pun jadi tak keruan. Akibatnya, kamu bisa bangun di fase tidur yang salah dan merasa seperti bangun dari koma, bukan mimpi indah.

Tips ringan: Segera keluar rumah dalam satu jam setelah bangun tidur, meskipun mendung. Cahaya alami membantu menekan melatonin dan mengatur ulang jam tubuh. Malamnya, redupkan lampu 90 menit sebelum tidur untuk efek sebaliknya.

3. Gangguan Tidur yang Tidak Terlihat

"Semakin pendek tidurmu, semakin pendek hidupmu," kata Dr. Matthew Walker, ahli saraf dan penulis Why We Sleep. Tapi bukan hanya soal durasi, sebab tidur yang terputus-putus juga bisa sama buruknya.

Gangguan seperti sleep apnea, sindrom kaki gelisah, atau gerakan tubuh berulang bisa memecah tidur puluhan kali dalam satu jam dan seringkali tidak disadari.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore