Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 21.33 WIB

5 Kata yang Sering Disalahpahami dalam Hubungan, Hati-Hati Bisa Jadi Sumber Konflik!

Waspadai pria yang tampak sempurna tapi menyembunyikan sisi manipulatif, kenali 7 peran yang bisa merusak hubungan../Freepik. - Image

Waspadai pria yang tampak sempurna tapi menyembunyikan sisi manipulatif, kenali 7 peran yang bisa merusak hubungan../Freepik.

JawaPos.com - Setiap hari, kita menggunakan kata-kata yang terdengar indah dan bermakna dalam hubungan. Kita mengucapkannya dengan harapan akan dipahami, merasa terhubung, dan menciptakan ikatan yang kuat.

Tapi sering kali, justru kata-kata itulah yang membuat kita salah paham, merasa kecewa, atau bahkan terluka. Contohnya kalimat seperti:

  • "Aku ingin merasa aman bersamamu."
  • "Kamu tidak menghormati aku."
  • "Aku percaya kamu."
  • "Aku mencintaimu, bukankah itu cukup?"
  • "Kamu harus lebih rentan."

Kata-kata seperti cinta, kepercayaan, keamanan, rasa hormat, dan kerentanan memang terasa universal. Tapi sebenarnya, semua itu sangat subjektif. Tanpa kejelasan bersama, kata-kata ini bisa menjadi sumber konflik dibanding jembatan koneksi. Mari kita lihat satu per satu, sebagaimana dilansir dari Your Tango.

1. Cinta

Kata yang paling kita dambakan, tapi juga paling sering disalahartikan.

Cinta sering dipahami sebagai tindakan (memberi hadiah, menjaga, menyayangi), padahal cinta sejati bukan sekadar perilaku.

Cinta adalah esensi hidup. Ia bukan sesuatu yang harus dibuktikan atau didapatkan. Ia ada dalam diri kita, menunggu untuk disadari kembali ketika hidup jadi terlalu sibuk.

Solusi: Jangan jadikan "cinta" sebagai pengganti kebutuhan yang tidak terpenuhi. Kalau kamu ingin perhatian, kasih sayang, atau waktu berkualitas, katakan saja dengan jelas. Biarkan cinta jadi fondasi, bukan tuntutan.

2. Kepercayaan

Kita sering berpikir bahwa kita "memberi" kepercayaan pada orang lain. Padahal sebenarnya, kita sedang mempercayai penilaian diri sendiri tentang orang tersebut.

Ketika kepercayaan "rusak", sering kali kita merasa disakiti karena pilihan kita sendiri. Tapi justru di sinilah kekuatan kita — mengambil kembali tanggung jawab atas penilaian dan keputusan kita.

Solusi: Gunakan kata dapat dipercaya. Tanyakan, "Apa yang membuat aku merasa orang ini bisa dipercaya?" Konsistensi? Kejujuran? Tindak lanjut? Fokuslah pada hal-hal nyata.

3. Keamanan

Rasa aman bukan berarti selalu setuju, nyaman, atau bebas konflik. Keamanan emosional adalah saat kamu bisa jujur tanpa takut dihakimi atau ditinggalkan. Ini tentang tahu bahwa perasaanmu diterima, bahkan saat kamu sedang tidak baik-baik saja.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore