Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 20.03 WIB

Penyebab Stretch Mark di Pinggang Wanita dan Cara Efektif Mencegahnya agar Kulit Tetap Halus

Ilustrasi stretch mark di pinggang wanita (Freepik) - Image

Ilustrasi stretch mark di pinggang wanita (Freepik)

JawaPos.com – Stretch mark di pinggang wanita sering muncul akibat perubahan bentuk tubuh yang cepat dan berdampak pada kondisi kulit.

Stretch mark adalah guratan halus yang muncul akibat robeknya lapisan dermis karena kulit meregang secara cepat.

Mengetahui penyebab stretch mark dan cara pencegahannya membantu menjaga tampilan kulit tetap sehat dan terawat.

Berikut penyebab stretch mark di pinggang wanita dan cara efektif mencegahnya agar kulit tetap halus dilansir dari laman Loccitane, Sabtu (7/6):

Pertumbuhan tubuh yang cepat dapat merobek serat kolagen di lapisan dalam kulit. Stretch mark di pinggang wanita biasanya terjadi akibat perubahan berat badan secara drastis.

Kondisi ini umum selama kehamilan, masa pubertas, atau pembentukan otot secara intensif. Peregangan yang terlalu cepat membuat kulit tidak sempat beradaptasi.

2. Pengaruh Hormon dan Genetik

Produksi hormon kortisol yang tinggi melemahkan struktur elastis kulit. Stretch mark lebih mudah muncul jika ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Fungsi kolagen dan elastin juga sangat tergantung pada keseimbangan hormon. Faktor keturunan dan endokrin ini sulit dikendalikan tanpa perawatan khusus.

3. Pola Makan Kurang Bergizi

Kekurangan vitamin C, E, zinc, dan protein membuat kulit kehilangan daya regang. Nutrisi ini penting untuk produksi kolagen secara alami.

Pola makan tidak seimbang melemahkan struktur kulit, menjadikannya rentan terhadap stretch mark. Konsumsi makanan sehat membantu mempertahankan kekuatan kulit.

4. Kurangnya Hidrasi Tubuh

Kulit yang terhidrasi tetap elastis dan lentur terhadap perubahan bentuk tubuh. Minum air putih minimal 2 liter per hari menjaga kelembaban jaringan kulit.

Kulit kering lebih mudah robek saat mengalami peregangan. Dehidrasi kronis memperbesar risiko munculnya stretch mark.

5. Pemakaian Kortikosteroid Jangka Panjang

Obat dengan kandungan kortikosteroid dapat menurunkan produksi kolagen jika digunakan terus-menerus. Hal ini berdampak langsung terhadap elastisitas kulit.

Penggunaan topikal atau oral jangka panjang sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli. Penurunan daya lentur kulit meningkatkan potensi stretch mark.

6. Tanda Awal Kulit Terganggu

Kulit yang terasa gatal dan memerah menjadi sinyal awal sebelum stretch mark terbentuk. Garis merah atau ungu mulai muncul di area tertentu seperti pinggang atau paha.

Tekstur kulit berubah menjadi lebih tipis dan tampak keriput. Tahap ini adalah waktu terbaik untuk intervensi perawatan.

7. Perawatan untuk Pencegahan

Menjaga kelembaban kulit sangat penting untuk mencegah stretch mark. Gunakan pelembab yang mengandung aloe vera, vitamin E, atau hyaluronic acid.

Eksfoliasi kulit secara teratur merangsang regenerasi sel dan produksi kolagen. Gaya hidup sehat memperkuat ketahanan kulit terhadap perubahan fisik.

Stretch mark di pinggang wanita dapat diminimalkan dengan menjaga elastisitas kulit melalui nutrisi seimbang, hidrasi cukup, dan perawatan kulit rutin.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore