Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 06.18 WIB

Hindari Tanggal Sangar, Bangas Padewan, dan Taliwangke saat Hendak Menikah! Ini Penjelasan Lengkapnya

Hindari Tanggal Sangar, Bangas Padewan, dan Taliwangke saat Hendak Menikah! Ini Penjelasan Lengkapnya (Freepik) - Image

Hindari Tanggal Sangar, Bangas Padewan, dan Taliwangke saat Hendak Menikah! Ini Penjelasan Lengkapnya (Freepik)

JawaPos.com - Memilih hari baik untuk menikah bukan hanya soal tanggal cantik atau musim yang pas. Dalam tradisi Jawa, ada hitungan khusus yang dipercaya bisa memengaruhi kelancaran sebuah hajatan, termasuk pernikahan. Nah, buat kamu yang masih menjunjung adat Jawa atau sekadar penasaran, yuk kenali dulu tanggal-tanggal yang sebaiknya dihindari menurut Primbon Jawa. Jangan sampai niat baikmu justru terganjal oleh hari-hari yang dianggap “keramat” ini!

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal youtube yang membahas tentang primbon yakni Sabdaning Ratu, dalam Primbon Jawa, terdapat tiga kategori tanggal yang tidak disarankan untuk mengadakan hajatan, yaitu Tanggal Sangar, Bangas Padewan, dan Taliwangke. Masing-masing memiliki makna dan pengaruhnya sendiri dalam urusan adat dan kepercayaan.

Tanggal Sangar adalah tanggal-tanggal yang dianggap kurang baik untuk mengadakan hajatan khususnya pernikahan. Contohnya adalah tanggal 18 bulan Suro, tanggal 10 bulan Safar, dan tanggal 8 bulan Rabiul Awal. Totalnya ada 11 tanggal yang tergolong dalam kategori ini. Tanggal-tanggal ini dianggap membawa energi kurang harmonis, sehingga berpotensi memunculkan masalah dalam rumah tangga.

Berikutnya ada Banaspati Dewan, yaitu tanggal-tanggal yang lebih “keras” lagi karena dilarang untuk segala bentuk hajatan, bukan hanya pernikahan, tapi juga sunatan, syukuran, dan lainnya. Contohnya adalah tanggal 11 bulan Suro, 20 bulan Safar, 10 dan 20 Rabiul Akhir, dan lain sebagainya. Tanggal-tanggal ini diyakini membawa energi yang bisa menyebabkan kesialan atau hambatan dalam acara.

Terakhir, ada Taliwangke. Nah, ini bukan hanya soal tanggal, tapi juga kombinasi hari dan pasaran tertentu. Contohnya seperti Senin Kliwon di bulan Jumadil Awal, Selasa Legi di bulan Dzulhijjah, Rabu Pahing di bulan Suro, dan seterusnya. Kombinasi ini diyakini bisa membawa nasib buruk jika digunakan untuk hajatan.

Meski semua ini hanyalah bagian dari ilmu titen atau kebijaksanaan leluhur yang diwariskan turun-temurun, tak ada salahnya jika kita menghormati dan menjadikannya pertimbangan. Karena selain logika, dalam hidup juga kadang kita perlu rasa, dan tradisi bisa menjadi salah satu bentuk rasa itu.

Jadi, buat kamu yang sedang merencanakan hari pernikahan, yuk cek dulu kalender Jawa dan pastikan tidak memilih tanggal-tanggal yang masuk kategori sangar, banaspati dewan, maupun taliwangke. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Walaupun semua keputusan tetap di tangan Tuhan, tidak ada salahnya kita berusaha memilih hari yang terbaik menurut adat dan keyakinan yang ada. Semoga hajatanmu lancar, penuh berkah, dan membawa kebahagiaan sepanjang hayat. Aamiin!

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore