Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 05.32 WIB

Hindari Bulan-Bulan Ini Kalau Mau Menikah! Ini Alasannya Menurut Primbon Jawa

Hindari Bulan-Bulan Ini Kalau Mau Menikah! Ini Alasannya Menurut Primbon Jawa (Freepik) - Image

Hindari Bulan-Bulan Ini Kalau Mau Menikah! Ini Alasannya Menurut Primbon Jawa (Freepik)

JawaPos.com - Pernikahan adalah salah satu momen terpenting dalam hidup, dan tentu saja semua orang ingin segalanya berjalan lancar dan membawa kebahagiaan. Namun dalam kepercayaan masyarakat Jawa, tidak semua bulan cocok untuk menggelar hajatan pernikahan.

Ada beberapa bulan yang dianggap memiliki watak kurang baik, sehingga jika dipaksakan, bisa berdampak kurang baik pada kehidupan rumah tangga kelak.

Dalam video yang dibagikan kanal youtube yang membahas primbon yakni, Sabdaning Ratu, disebutkan bahwa ada sejumlah bulan yang sebaiknya dihindari karena dipercaya membawa pengaruh buruk. Berikut daftarnya:

Bulan Muharram (Suro): Pernikahan di bulan ini diyakini membawa banyak pertengkaran dan kesukaran dalam rumah tangga.

Bulan Safar: Wataknya membawa kekurangan dan banyak hutang dalam kehidupan rumah tangga.

Bulan Rabiul Awal (Mulud): Konon, jika menikah di bulan ini, ada risiko salah satu pasangan meninggal di usia muda.

Bulan Rabiul Akhir (Bakda Mulud): Menikah di bulan ini bisa menyebabkan rumah tangga jadi bahan omongan negatif masyarakat.

Bulan Jumadil Awal: Dalam kepercayaan primbon, rumah tangga yang dimulai pada bulan ini akan sering tertipu dan dikelilingi musuh.

Bulan Ramadan (Poso): Menikah di bulan ini dipercaya membawa musibah atau celaka dalam rumah tangga.

Bulan Syawal: Meskipun bulan Syawal sering dipilih karena dekat dengan Idulfitri, primbon menyebutkan bahwa menikah di bulan ini berpotensi membawa kekurangan dan hutang.

Bulan Zulkaidah (Selo): Bulan ini dianggap bisa menyebabkan pertengkaran dan penyakit dalam rumah tangga.

Perlu juga dicatat bahwa jika bulan yang baik ternyata bersamaan dengan bulan Sunyo, maka bulan tersebut berubah jadi tidak baik. Maka dari itu, menentukan bulan pernikahan tidak hanya berdasarkan tradisi, tapi juga perlu dikonsultasikan dengan orang yang paham tentang primbon.

Pada akhirnya, semua ini kembali pada keyakinan masing-masing. Tapi tak ada salahnya jika kita menyeimbangkan antara persiapan lahir, batin, dan spiritual demi membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Semoga pernikahan yang akan kamu jalani berjalan lancar dan membawa keberkahan, apa pun bulan pelaksanaannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore