Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 12.17 WIB

3 Tips Jitu Melawan Sikap Silent Treatment dari Psikolog, Jaga Kesehatan Mental!

Tips Jitu Melawan Sikap Silent Treatment (Pexels) - Image

Tips Jitu Melawan Sikap Silent Treatment (Pexels)

JawaPos.com – Bentuk respon pasangan ketika sedang menghadapi konflik bisa bermacam-macam. Ada yang meluapkan kata hati, namun beberapa orang justru memilih bungkam serta menutup semua jalur komunikasi alias silent treatment.

Menghindari penyelesaian masalah tak akan membuat konflik mereda, tapi justru bakal merusak sebuah hubungan. Menurut Dr. Emily Mayfield seorang psikolog, mengatakan dalam YouTube-nya yakni Mindset Therapy PLLC bahwa silent treatment sering dilakukan oleh orang narsistik sebagai alat kontrol serta manipulasi.

Lebih lanjut sang psikolog menjelaskan mengenai silent treatment yang menggunakan gaya komunikasi pasif agresif. Tujuan seseorang melakukan ini tidak lain untuk menghukum pasangan.

Orang narsistik yang memilih silent treatment akan berdiam diri sebagai bentuk protes, tanpa memberikan penjelasan agar pasangannay merasa bersalah. Walaupn sebenarnya pasangan tidak bebruat kesalahan dan hanya melakukan hal yang tidak disukai. Lantas, pasangan apa bertanya-tanya tentang ‘dosa’ yang telah dia perbuat.

Satu atau dua kali mendapatkan silent treatment, mungkin kamu masih bisa menahannya. Bagaimana jika hal ini terus berulang? Kamu akan merasakan kelelahan emosional. Jadi, sudah saatnya kamu melakukan perlawanan tanpa banyak bicara.

Berikut ini, ada tiga tips jitu dari Dr. Emily Mayfield guna menghadapi silent treatment.

1. Jangan Minta Maaf Kalau Merasa Tidak Salah

Mungkin ungkapan bijaksana mengatakan bahwa ‘minta maaf bukan berarti kalah’. Tapi ketika berhadapan dengan seseorang yang sedang melakukan silent treatment, sebaiknya kamu menahan diri apabila memang merasa tidak salah.

Kalau kamu selalu tunduk untuk mengucap maaf terlebih dahulu tanpa alasan jelas dan sebenarnya pun kamu tidak melakukan kesalahan, ini hanya membuat dia semakin yakin bahwa kamu adalah sumber masalah.

Imbasnya, Trik silent treatment akan dilakukan lagi dan lagi olehnya. Tentu kamu tidak ingin merasa lelah berkepanjangan oleh sikapnya, bukan?

2. Jangan Balas Dengan Silent Treatment Juga

Bersikap normal seperti tidak ada apa-apa. Kamu tidak perlu memohon-mohon untuk mendapatkan maaf, tapi juga jangan tunjukkan bahwa kami terganggu hingga melakukan trik serupa.

Ingat orang narsistik minim empati sekaligus selalu ingin merasa benar. Saat dia sadar kamu terusik dengan sikapnya, dia justru merasa menang.

3. Jangan Terlibat Sama Sekali

Tidak perlu meminta penjelasan, tidak perlu memaksanya bicara, atau bahkan mengomentari sikap bungkamnya. Dia sedang berusaha mengendalikan kamu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore