Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 02.53 WIB

8 Jenis Bunga yang Dijadikan Bahan Kuliner Khas Asia Tenggara, Ada yang Hanya Dimakan di Daerah Jawa!

Bunga soka menjadi camilan di Thailand. (Pixabay) - Image

Bunga soka menjadi camilan di Thailand. (Pixabay)

JawaPos.com – Edible flower menjadi tren penghias makanan di media sosial beberapa tahun terakhir.

Padahal sebenarnya penggunaan bunga telah menjadi tradisi kuliner di bermacam belahan dunia yang masih dianggap sebagai sesuatu yang eksotis. Contohnya, saffron di area Persia dan kuntum bunga lili di Tiongkok.

Di Asia Tenggara sendiri, bagian bunga telah digunakan dalam resep masakan baik karena manfaat obat, sebagai perasa dan juga pewarna. Merangkum dari Air Asia (24/4), berikut delapan rupa kembang yang dijadikan bahan makanan tradisional:

Telang

Meski merupakan tanaman bernama Latin asli Indonesia, Clitoria ternatea, bunga telang lebih banyak diolah dalam masakan Melayu dan Peranakan di Malaysia dan Singapura sebagai pewarna biru alami pada nasi dan pulut ketan.

Teh campuran telang, sereh dan jeruk limau disebut orang Thailand sebagai nam dok anchan. Asam dari limau atau lemon menimbulkan reaksi kimiawi yang perlahan mengubah warna biru rebusan telang menjadi ungu semakin banyak perasan yang diteteskan.

Rosella

Semak ini masih satu keluarga dengan kembang sepatu, dan biasanya dipanen saat masih berupa kuncup.

Di Myanmar, rosella/rosela dimanfaatkan sebagai bahan tumis serta direbus dalam sup sayur bening yang disebut hinjo. DI Malaysia bahkan penduduknya mengonsumsi bunga ini dalam bentuk jus dan selai.

Jantung pisang

Ternyata, bagian yang kita sering sebut sebagai jantung pisang adalah sebuah inti bunga. Teksturnya yang padat menjadikan bahan ini berpotensi sebagai pengganti daging pada masakan vegetarian.

Jika di Indonesia lebih sering dibuat gulai, masyarakat Malaysia dan Thailand lebih menyukai olahan tumis.

Genjer

Genjer yang biasa ditemukan pada tanah berair dan rawa ini punya reputasi “makanan orang kecil (wong cilik)” saat penduduk Pulau Jawa masih berada di bawah penjajahan Jepang. Diketahui hanya masyarakat Jawa yang pertama kali mengolah tanaman ini.

Baik daun dan kuntum bunganya punya tekstur renyah, seringkali dijadikan tumisan baik sendirinya atau dicampur oncom, serta menjadi pelengkap dalam sup.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore