Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 15.12 WIB

Mengenal Arah Jodoh Baik dan Tidak Baik Berdasarkan Nama Pasangan Menurut Primbon Jawa

Mengenal Arah Jodoh Baik dan Tidak Baik Berdasarkan Nama Pasangan Menurut Primbon Jawa (Freepik) - Image

Mengenal Arah Jodoh Baik dan Tidak Baik Berdasarkan Nama Pasangan Menurut Primbon Jawa (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tentu menginginkan pasangan hidup yang bisa memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan kehidupan yang harmonis. Tidak sedikit yang mencari kecocokan dari berbagai aspek, mulai dari kepribadian, latar belakang keluarga, hingga perhitungan primbon Jawa.

Salah satu ajaran menarik dari primbon Jawa adalah cara mengetahui arah jodoh yang baik dan tidak baik hanya dari nama masing-masing pasangan. Meskipun terdengar sederhana, ternyata perhitungan ini punya dasar filosofi yang cukup kuat. Yuk, kita bahas lebih dalam!

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube Sabdaning rayu, dalam primbon Jawa, arah jodoh ditentukan berdasarkan aksara Jawa dari huruf awal nama pasangan.

Ada empat arah utama yang dijadikan patokan, yaitu Lor (utara), Kidul (selatan), Wetan (timur), dan Kulon (barat). Masing-masing arah ini memiliki kelompok aksara Jawa yang mewakili:

Arah Wetan (timur): Ha, Na, Ca, Ra, ka

Arah Kidul (selatan): Da, Ta, Sa, Wa, La

Arah Kulon (barat): Pa, Dha (dengan DH), Ja, Ya, Nya

Arah Lor (utara): Ma, Ga, Ba, Tha (dengan H), Nga

Dari pembagian ini, kita bisa mulai mencocokkan huruf pertama nama pasangan dan melihat apakah arah mereka sesuai atau tidak. Lalu, apa saja kombinasi arah yang dianggap baik dan buruk menurut primbon?

Lor bertemu Kidul, atau sebaliknya (Utara – Selatan):

Ini dianggap sebagai pertemuan yang tidak baik (tibo oloh). Katanya, pasangan dengan kombinasi ini sebaiknya dihindari karena dipercaya membawa ketidakharmonisan. Misalnya, nama “Bagus” (Ba = Lor) dengan “Santi” (Sa = Kidul).

Kulon bertemu Wetan, atau sebaliknya (Barat – Timur):

Pertemuan ini juga tidak dianjurkan. Watak pasangan cenderung tidak seimbang. Salah satu akan mendominasi, sedangkan yang lain merasa tertekan. Akhirnya bisa berujung pertengkaran atau bahkan perceraian. Misalnya, “Jaka” (Ja = Kulon) dengan “Ani” (Ha = Wetan).

Arah yang sama:

Inilah kombinasi terbaik. Pasangan dengan arah yang sama dipercaya akan hidup rukun dan sejalan. Contohnya, “Wawan” (Wa = Kidul) dan “Lala” (La = Kidul)—dua-duanya sama-sama dari arah Selatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore