Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 02.50 WIB

Lingkungan Kerja Toxic? Ini yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengatasinya!

Ilustrasi lingkungan kerja toxic. (freepik) - Image

Ilustrasi lingkungan kerja toxic. (freepik)

JawaPos.com - Situasi pada lingkungan kerja sering kali tidak bisa selalu terkontrol. Sifat individualis, tekanan kerja, hingga rasa iri atau dengki dari atasan atau sesama pekerja bisa menghasilkan energi negative dan lingkungan yang tidak supportif atau kini sering disebut sebagai lingkungan kerja yang toxic. Lingkungan kerja yang seperti itu dapat berdampak buruk pada kinerja diri sendiri hingga keseluruhan perusahaan.

Lingkungan kerja yang toxic sering membuat pekerja didalamnya merasa tidak nyaman secara mental. Dari persaingan tidak sehat, ketegangan, kerjasama yang terasa alot, hingga munculnya perilaku kasar. Beberapa tanda-tandanya adalah:

  • Pelecehan atau diskriminasi
  • Kritik yang tidak membangun
  • Atasan yang suka menyalahkan atau menjatuhkan
  • Manajemen yang berlebihan/terlalu mengontrol (micromanagement)
  • Pembentukan kelompok-kelompok dan gosip berlebihan

Lingkungan kerja yang toxic juga memiliki dampak buruk pada kesehatan mental. Contoh dampaknya adalah stress berlebihan, gangguan tidur (insomnia), depresi, hingga kehilangan motivasi dan produktivitas. Dampak tersebut bisa menjadi awal dari berbagai gangguan kesehatan mental yang lebih serius jika tidak diatasi.

Ada beberapa cara mengatasi lingkungan kerja yang toxic – khususnya untuk kamu yang memiliki posisi hanya sebagai karyawan biasa – agar kinerja dan kesehatan mental tidak terganggu. Berikut beberapa cara mengatasi lingkungan kerja toxic, dilansir dari Healthline.

1. Gunakan Waktu Istirahat dengan Maksimal

Saat waktu istirahat seperti makan siang, gunakan waktu maksimal untuk menghirup udara segar dan buat tubuh serta pikiran lebih relaks.

2. Tetapkan Batasan

Jangan mudah diminta untuk bekerja lembur tanpa bayaran atau melewatkan waktu istirahat. Kerjakan tugas sesuai dengan jobdesc agar hasil lebih maksimal.

3. Hindari Drama dan Gosip

Lingkungan kerja tidak pernah terlepas dari adanya drama dan gosip seputar rekan kerja atau atasan. Lebih baik hindari drama dan gosip tidak perlu untuk menghindari konflik di masa depan.

4. Fokus pada Tujuan Pribadi

Berpikirlah pada tujuan utama kamu melakukan pekerjaan ini. Baik untuk menunjang karier ke depannya, memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau tempat untuk belajar. Jangan terdistraksi oleh hal-hal yang kurang relevan dengan tujuan utama.

5. Jaga Kesehatan Mental

Tekanan dari lingkungan kerja yang toxic dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Jaga kesehatan mental dengan melakukan hobi seperti olahraga, menulis jurnal, atau hobi lainnya di luar waktu kerja.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore