Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 00.08 WIB

Waspadai Iritasi Akibat Deodoran Berlebihan, Ini Takaran yang Tepat Menurut Dokter Kulit

Ilustrasi menggunakan deodoran (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Penggunaan deodoran yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, sehingga penting untuk mengetahui takaran yang tepat sesuai rekomendasi dokter kulit agar tetap aman dan efektif dalam mengontrol keringat serta bau badan.

Deodoran adalah produk perawatan tubuh yang berfungsi untuk mengurangi bau tidak sedap akibat keringat dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan kulit.

Mengetahui takaran deodoran yang direkomendasikan dokter kulit membantu mencegah risiko iritasi sekaligus memastikan manfaatnya tetap optimal dalam menjaga kesegaran tubuh.

Berikut adalah takaran deodoran yang direkomendasikan dokter kulit agar tidak iritasi, dilansir dari laman Realsimple, Kamis (27/3).

Dosis umum meliputi 2 hingga 3 sapuan untuk deodoran batang atau roll-on, 2 hingga 3 kali semprot untuk aerosol, serta takaran seukuran kacang polong untuk gel atau krim. Penggunaan lebih dari jumlah ini tidak meningkatkan perlindungan, melainkan hanya meninggalkan residu pada kulit dan pakaian.

Setiap jenis deodoran memiliki konsentrasi bahan aktif berbeda, sehingga mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan menjadi langkah terbaik. Memakai deodoran dengan jumlah yang sesuai membantu bahan aktif bekerja optimal tanpa menyebabkan iritasi.

2. Waktu Terbaik Mengaplikasikan

Antiperspiran bekerja lebih efektif saat diaplikasikan pada malam hari karena tubuh menghasilkan lebih sedikit keringat. Deodoran biasa lebih baik digunakan di pagi hari sebelum beraktivitas agar tubuh tetap segar sepanjang hari.

Produk berkekuatan klinis dapat diaplikasikan dua kali sehari untuk perlindungan maksimal terhadap keringat berlebih. Memilih waktu yang tepat dalam menggunakan deodoran dapat meningkatkan efektivitasnya tanpa perlu pemakaian berulang.

3. Kondisi Kulit Sebelum Penggunaan

Kulit harus bersih dan kering sebelum mengaplikasikan deodoran agar bahan aktif dapat terserap sempurna. Penggunaan pada kulit basah atau di atas lotion dapat mengurangi daya rekat produk dan menurunkan efektivitasnya.

Aplikasi setelah mandi dan mengeringkan kulit dengan baik dapat mencegah residu berlebih serta meminimalkan kemungkinan iritasi. Persiapan kulit yang benar membantu deodoran bekerja optimal dalam mengontrol bau dan keringat.

4. Kandungan yang Perlu Diperhatikan

Aluminium merupakan bahan aktif utama dalam antiperspiran yang efektif mengurangi produksi keringat. Deodoran bebas aluminium hanya berfungsi menutupi bau tanpa menghambat keringat berlebih, sehingga kurang efektif bagi sebagian orang.

Beberapa produk mengandung bahan tambahan seperti baking soda atau minyak esensial yang membantu meningkatkan kesegaran. Memilih deodoran berdasarkan kandungan yang sesuai dengan kebutuhan kulit dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

5. Risiko Pemakaian Berlebihan

Terlalu banyak menggunakan deodoran dapat menyebabkan penumpukan residu yang sulit dibersihkan. Residu ini berisiko menyumbat pori-pori, menyebabkan iritasi, serta meninggalkan noda putih pada pakaian.

Penggunaan berlebihan juga bisa menghambat penyerapan bahan aktif sehingga mengurangi efektivitas produk. Menyesuaikan jumlah pemakaian dengan kebutuhan membantu menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

6. Efektivitas Deodoran Tahan Lama

Klaim deodoran bertahan 48 hingga 72 jam bergantung pada tingkat keringat dan kebiasaan mandi seseorang. Aktivitas fisik, gesekan pakaian, serta pembersihan kulit dapat mempercepat hilangnya perlindungan produk.

Pengujian yang dilakukan di laboratorium sering kali tidak mencerminkan kondisi penggunaan sehari-hari. Memahami batasan efektivitas deodoran dapat membantu menyesuaikan frekuensi pemakaian agar tetap nyaman sepanjang hari.

7. Mitos Seputar Keamanan Deodoran

Banyak spekulasi tentang risiko kesehatan akibat penggunaan aluminium dalam deodoran, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Penelitian menunjukkan bahwa kadar aluminium yang diserap tubuh dari deodoran sangat kecil dan tidak cukup untuk menimbulkan efek samping serius.

Kekhawatiran tentang hubungan antara deodoran dan gangguan kesehatan tertentu lebih banyak berasal dari informasi yang belum terbukti. Menggunakan deodoran sesuai aturan pemakaian tetap aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Menggunakan deodoran dalam jumlah yang tepat sesuai rekomendasi dokter kulit dapat meminimalkan risiko iritasi serta mendukung kesehatan kulit tetap terjaga.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore