Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 04.18 WIB

7 Tanda Persahabatan mulai Renggang yang Sering Tak Disadari, Menurut Psikologi

Ilustrasi persahabatan yang mulai renggang. (Pexels) - Image

Ilustrasi persahabatan yang mulai renggang. (Pexels)

JawaPos.com-Sama seperti hubungan lainnya, persahabatan bisa mengalami naik turun. Kadang, perubahannya begitu jelas, pertengkaran, perasaan tersinggung, atau jarak yang semakin terasa. Namun, ada juga tanda-tanda yang lebih halus dan sering kali diabaikan.

Sebagai seseorang yang telah lama mengamati dinamika hubungan, saya bisa mengatakan bahwa tidak semua perpisahan dalam persahabatan terjadi secara dramatis. Beberapa di antaranya dimulai dari perubahan kecil yang jika diabaikan, bisa berujung pada putusnya hubungan.

Berikut ini adalah tujuh tanda samar bahwa persahabatan Anda mungkin sedang mengalami pergeseran, dikutip dari Small Business Bonfire, Selasa (25/3). Ini bukan kepastian bahwa hubungan akan berakhir, tetapi menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

  1. Komunikasi Berubah Drastis

Dalam persahabatan yang sehat, komunikasi biasanya terjadi dengan alami—saling bertukar kabar, berbagi cerita, dan berusaha tetap terhubung. Namun, ketika hubungan mulai renggang, pola ini bisa berubah.

Mungkin pesan Anda lebih sering diabaikan, balasannya terasa singkat, atau obrolan yang dulu penuh tawa kini terasa hambar. Bisa juga teman Anda mulai menghindari panggilan atau mendadak sering membatalkan rencana. Jika perubahan ini terjadi terus-menerus, ada kemungkinan bahwa hubungan sudah tidak seerat dulu.

  1. Terlalu Antusias secara Tiba-tiba

Biasanya, kita menganggap antusiasme sebagai sesuatu yang positif. Namun, jika seorang teman mendadak menjadi terlalu berlebihan—terlalu sering memuji, terlalu banyak memberikan hadiah, atau terlalu memaksakan kebersamaan—bisa jadi ada sesuatu yang mereka sembunyikan.

Kadang, ini adalah upaya untuk menutupi rasa bersalah atau kegelisahan karena mereka sebenarnya sudah mulai menarik diri dari persahabatan tersebut. Jika rasanya tidak alami atau terasa dipaksakan, mungkin ada dinamika yang perlu diperhatikan.

  1. Hanya Anda yang Berusaha Mempertahankan Hubungan

Persahabatan adalah hubungan timbal balik. Jika Anda merasa selalu menjadi pihak yang menghubungi lebih dulu, mengatur pertemuan, atau berusaha menjaga komunikasi tetap hidup, itu bisa menjadi tanda bahwa teman Anda sudah tidak memiliki ketertarikan yang sama.Kadang, orang memang sibuk atau teralihkan oleh masalah lain. Namun, jika pola ini terjadi terus-menerus, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi apakah hubungan ini masih layak dipertahankan atau tidak.

  1. Masalah Lama Terus Muncul

Setiap persahabatan pasti mengalami konflik. Yang membedakan hubungan sehat dengan yang bermasalah adalah bagaimana konflik itu diselesaikan. Jika teman Anda terus-menerus mengungkit kesalahan lama atau merasa sulit untuk benar-benar melupakan pertengkaran di masa lalu, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka masih menyimpan ganjalan. Hubungan yang sehat seharusnya bisa maju ke depan, bukan terus terjebak di masa lalu.

  1. Mereka Tidak Ada saat Anda Membutuhkan

Seorang teman sejati adalah orang yang hadir ketika Anda sedang dalam kesulitan. Namun, jika Anda merasa teman Anda selalu punya alasan untuk tidak ada saat Anda membutuhkan mereka—baik itu sekadar untuk mendengar keluh kesah atau memberikan dukungan—itu bisa menjadi tanda bahwa hubungan ini sudah tidak lagi memiliki keseimbangan yang sama.

Semua orang punya kesibukan masing-masing, tetapi jika mereka benar-benar peduli, mereka akan tetap menyempatkan waktu untuk Anda, walaupun dalam kapasitas yang terbatas.

  1. Hubungan mulai Terasa Kompetitif

Persahabatan seharusnya menjadi tempat untuk saling mendukung, bukan ajang persaingan. Jika Anda merasa ada pola di mana teman Anda selalu ingin mengungguli Anda—baik dalam karier, hubungan, atau pencapaian pribadi—itu bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.

Ketika persaingan menjadi lebih dominan daripada dukungan, hubungan bisa menjadi penuh tekanan dan melelahkan. Anda mungkin mulai merasa tidak nyaman untuk berbagi kebahagiaan karena takut akan reaksi mereka.

  1. Anda Tidak Lagi Merasa Bahagia saat Bersama Mereka

Tanda paling jelas dari persahabatan yang mulai retak adalah perasaan Anda sendiri. Jika keberadaan teman Anda lebih sering membawa rasa stres, cemas, atau bahkan sedih dibandingkan kebahagiaan, itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang berubah. 

Persahabatan seharusnya memberikan kenyamanan dan kebahagiaan, bukan menjadi sumber ketegangan atau ketidaknyamanan. Jika Anda lebih sering merasa lega saat tidak bersama mereka, mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali hubungan tersebut. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore