
Ilustrasi korban cyber child grooming di internet. (freepik)
JawaPos.com - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan mantan Kapolres Ngada, Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, saat ini tengah menjadi perhatian publik.
Perbuatannya yang tidak bermoral terhadap anak-anak di bawah umur di sebuah hotel di Kota Kupang menjadi bukti betapa seriusnya kejahatan ini. Berdasarkan laporan JawaPos.com, jumlah korban dalam kasus tersebut mencapai tiga orang, masing-masing berusia 12 tahun, 14 tahun, dan bahkan ada yang baru berusia 3 tahun.
Lebih parah lagi, mantan polisi tersebut tidak hanya melakukan kekerasan seksual, tetapi juga menyebarkan video asusila dirinya bersama para korban ke situs dewasa. Video tersebut diperjualbelikan demi keuntungan pribadi, yang semakin menunjukkan betapa kejahatan ini sudah melampaui batas kemanusiaan.
Kasus ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Jika tidak segera ditindaklanjuti dengan tegas, berapa banyak lagi anak-anak yang harus menjadi korban kekerasan seksual?
Penelitian yang dilakukan oleh Imara Pramesti Normalita Andaru, yang dipublikasikan dalam jurnal penelitian jurnal.ugm.ac.id, menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak yang memanfaatkan media sosial semakin meningkat. Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah tingginya permintaan pasar seks global.
Salah satu bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) yang kerap terjadi adalah child grooming, seperti yang juga terlihat dalam kasus ini.
Child grooming adalah proses di mana pelaku mendekati anak dengan tujuan membujuk mereka agar bersedia melakukan aktivitas seksual. Modus yang digunakan beragam, mulai dari membangun kepercayaan hingga manipulasi emosional agar korban secara tidak sadar terjerumus dalam jebakan mereka.
Di Indonesia, kasus cyber child grooming masih tergolong sebagai bentuk kejahatan baru. Sayangnya, karena belum banyak diatur secara spesifik dalam peraturan perundang-undangan, banyak pelaku hanya dijerat dengan hukuman yang lebih ringan dibandingkan dengan beratnya kejahatan yang mereka lakukan.
Maraknya kasus cyber child grooming juga dipicu oleh tingginya penggunaan gawai dan kemudahan akses digital. Pandemi COVID-19 turut memperburuk situasi, karena anak-anak semakin bergantung pada teknologi digital, termasuk dalam pembelajaran daring, yang tanpa disadari membuka celah bagi predator seksual untuk mendekati mereka.
Para predator ini seringkali menawarkan sesuatu yang menarik bagi korban, seperti hadiah dalam game online berupa diamond atau item berbayar. Selain itu, mereka membangun rasa percaya dengan memberikan pujian, berpura-pura menjadi teman sebaya, atau bahkan menyamar sebagai selebritas dan influencer untuk menarik perhatian anak-anak.
Setelah berhasil membangun kedekatan, pelaku akan mengarahkan korban ke dalam jebakan yang berujung pada kekerasan seksual melalui aplikasi berbasis chat.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi anak-anak dari ancaman cyber child grooming?
Langkah pertama yang paling penting adalah mengenali modus kejahatan ini dan memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan anak-anak dapat lebih waspada dan terhindar dari jebakan predator seksual di dunia digital.
Kenali Modus Child Grooming
1. Manipulation

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
