Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 17.40 WIB

Pasangan yang Terus-menerus Membagikan Kisah Cinta Mereka di Media Sosial Biasanya Sedang Menutupi Beberapa Masalah Berikut

Ilustrasi pasangan yang mengunggah foto mesra di media sosial (freepik) - Image

Ilustrasi pasangan yang mengunggah foto mesra di media sosial (freepik)

JawaPos.com - Bila Anda melihat pasangan yang terus-menerus mengunggah foto mesra dan kata-kata manis secara daring, Anda mungkin berpikir mereka adalah simbol dari sebuah tujuan dalam hubungan. Namun, pikirkanlah baik-baik.

Psikolog kini memperingatkan kita bahwa pertunjukan romantis yang berlebihan ini mungkin tidak selalu seindah kelihatannya. Bahkan, ini bisa jadi merupakan upaya menutupi beberapa masalah serius yang mendasarinya.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Senin (3/3), delapan masalah yang seringkali ditutupi oleh pasangan yang terus-menerus berbagi kisah cinta mereka di media sosial.

1. Kebutuhan akan validasi

Sudah menjadi sifat manusia untuk mencari persetujuan dan validasi dari orang lain. Namun, inilah bagian yang sulit. Bagi beberapa pasangan, berbagi cinta secara daring menjadi kebutuhan obsesif untuk mendapatkan validasi eksternal.

Mereka terus-menerus mengunggah gambar dan pesan sebagai bukti hubungan mereka yang sempurna, berharap mendapat tepuk tangan dan kekaguman dari viewers daring mereka. Perilaku ini dapat menutupi masalah yang lebih dalam.

Pasangan tersebut mungkin menggunakan hal ini sebagai kedok untuk menyembunyikan masalah yang mereka hadapi secara pribadi. Ironisnya, tindakan ini bisa jadi merupakan tanda bahwa mereka tidak merasa aman dalam hubungan mereka.

2. Pertemuan pribadi

Beberapa orang cenderung suka mengunggah foto-foto romantis dan pesan-pesan menyentuh di media sosial. Postingan mereka akan membuat siapa pun berpikir bahwa mereka memiliki hubungan yang sempurna.

Mereka adalah pasangan yang membuat semua orang iri. Namun, bagaimana kenyataan di balik postingan tersebut. Mereka sering berdebat dan berjuang melawan masalah kepercayaan. Kepribadian daring mereka sangat kontras dengan kehidupan pribadi mereka.

Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lihat secara daring sering kali merupakan versi realitas yang dikurasi dengan cermat, bukan gambaran utuh. Media sosial tidak selalu menjadi sumber yang dapat diandalkan untuk memahami hubungan.

3. Paradoks keintiman daring

Pasangan yang sering berbagi kisah cinta mereka secara daring mungkin sebenarnya kurang puas dengan hubungannya. Tampaknya mereka menggunakan media sosial untuk menutupi perjuangan mereka dan menggambarkan hubungannya yang indah.

Dengan kata lain, kiriman postingan mesra yang terus-menerus belum tentu merupakan tanda hubungan yang bahagia. Sebaliknya, itu bisa jadi merupakan teriakan minta tolong atau upaya meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa semuanya sempurna.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore